JAKARTA – Peristiwa banjir yang mematikan masih terjadi di beberapa wilayah di dunia, termasuk Pakistan yang sudah mengalami dampak banjir dari hujan muson sejak tanggal 26 Juni silam. Kali ini jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 98 orang, sedangkan 185 lainnya luka-luka.
“Hujan muson deras dan banjir bandang mengakibatkan setidaknya 98 warga tewas dan 185 orang lainnya terluka di seluruh Pakistan sejak 26 Juni lalu, demikian disampaikan Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Authority/NDMA) Pakistan, dikutip Holopis.com, Minggu (13/7).
NDMA menyebutkan delapan warga tewas dan 27 orang lainnya terluka dalam kecelakaan terkait hujan dalam 24 jam terakhir.
Provinsi Punjab mencatatkan jumlah korban tewas tertinggi dengan 37 orang, termasuk 20 anak-anak, diikuti oleh Khyber Pakhtunkhwa, yang melaporkan 30 korban tewas.
Sebelumnya saat banjir ini pertama kali melanda pada 26 Juni silam, otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan tentang hujan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan, dan mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rendah dan rentan, untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Operasi penyelamatan dan bantuan masih berlangsung di daerah-daerah yang terdampak paling parah.
NDMA mengatakan mencairnya gletser dengan cepat di lembah-lembah utama telah meningkatkan risiko luapan danau glasial, yang dapat memicu banjir mendadak serta kerusakan infrastruktur, termasuk jalanan dan jembatan.
Otoritas tersebut mengimbau masyarakat dan para pelancong untuk sangat berhati-hati, menghindari bantaran sungai dan zona glasial, serta tidak melintasi genangan banjir. Masyarakat setempat juga telah diimbau untuk mengikuti dengan ketat instruksi evakuasi dan panduan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah distrik.
Sebagai informasi Sobat Holopis, Pakistan termasuk salah satu negara yang paling rentan terdampak perubahan iklim, dengan wilayah utara negara tersebut menjadi lokasi lebih dari 7.000 gletser, menjadikannya salah satu konsentrasi gletser terbesar di luar zona kutub.


