HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sobat Holopis, testis merupakan organ reproduksi pria yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron. Karena memiliki banyak saraf, area ini sangat sensitif sehingga sedikit gangguan saja dapat menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengganggu.
Nyeri pada testis dapat muncul secara tiba-tiba maupun berkembang perlahan. Keluhannya pun beragam, mulai dari rasa ngilu, nyeri tumpul, hingga sakit yang sangat hebat. Pada sebagian kasus, nyeri hanya berlangsung sementara akibat benturan ringan. Namun, ada pula kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera karena dapat memengaruhi fungsi reproduksi jika terlambat ditangani.
Berikut beberapa penyebab nyeri pada testis yang perlu diketahui.
1. Cedera Akibat Benturan
Penyebab paling umum nyeri testis adalah benturan saat berolahraga, kecelakaan, atau aktivitas fisik lainnya.
Meski rasa sakit akibat benturan biasanya cukup hebat, sebagian besar kasus akan membaik dengan sendirinya setelah beristirahat. Mengompres area yang nyeri menggunakan kompres dingin dan mengenakan penyangga skrotum juga dapat membantu mengurangi keluhan.
Namun, apabila nyeri tidak kunjung mereda, justru semakin berat, atau disertai pembengkakan yang signifikan, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan tidak terjadi cedera yang lebih serius.
2. Epididimitis
Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk infeksi saluran kemih maupun infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia.
Selain nyeri, penderita biasanya mengalami pembengkakan pada salah satu testis, kemerahan, demam, hingga rasa perih saat buang air kecil. Apabila disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan memberikan antibiotik sesuai penyebabnya.
3. Varikokel
Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam kantong zakar yang mirip dengan varises pada kaki. Kondisi ini lebih sering terjadi pada testis sebelah kiri dan dapat menimbulkan rasa berat atau nyeri tumpul, terutama setelah berdiri lama, berolahraga, atau mengangkat beban berat.
Pada sebagian pria, varikokel tidak menimbulkan gejala. Namun, dalam beberapa kasus kondisi ini dapat memengaruhi kualitas sperma sehingga perlu mendapatkan evaluasi medis.
4. Torsio Testis
Torsio testis merupakan salah satu kondisi darurat yang tidak boleh diabaikan. Gangguan ini terjadi ketika testis berputar sehingga aliran darah menuju organ tersebut terhenti. Akibatnya, penderita akan merasakan nyeri hebat yang muncul secara mendadak, disertai pembengkakan, mual, muntah, bahkan posisi testis yang tampak lebih tinggi dari biasanya.
Torsio testis harus segera ditangani melalui tindakan operasi. Penanganan ideal dilakukan dalam waktu kurang dari enam jam sejak gejala muncul agar jaringan testis masih dapat diselamatkan.
Semakin lama dibiarkan, risiko kerusakan permanen hingga kehilangan fungsi testis akan semakin besar.
5. Batu Ginjal atau Gangguan Lain di Saluran Kemih
Tidak semua nyeri yang terasa di testis berasal dari organ tersebut. Batu ginjal atau batu saluran kemih juga dapat menyebabkan nyeri yang menjalar hingga ke area selangkangan dan testis.
Biasanya keluhan disertai nyeri hebat di pinggang, mual, muntah, nyeri saat buang air kecil, atau urine yang bercampur darah.
Karena gejalanya dapat menyerupai gangguan pada testis, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan sumber nyeri yang sebenarnya.
Cara Menjaga Kesehatan Testis
Sobat Holopis, menjaga kesehatan organ reproduksi tidak hanya penting untuk kesuburan, tetapi juga untuk mencegah berbagai penyakit pada pria.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menggunakan pelindung saat berolahraga, menjaga kebersihan area genital, menerapkan hubungan seksual yang aman, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan testis sendiri secara berkala untuk mengenali jika ada benjolan atau perubahan bentuk.
Selain itu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter apabila muncul keluhan yang tidak biasa agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Nyeri testis yang muncul tiba-tiba, sangat hebat, disertai pembengkakan, demam, mual, muntah, darah pada urine, atau berlangsung lebih dari beberapa jam tidak boleh dianggap sepele.



