JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) untuk kesekian kalinya membakar sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, karhutla kali ini terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, yang pertama kali terpantau pada Sabtu, (5/7).
Titik-titik kebakaran tersebar di tiga kecamatan, yakni Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, dan Woyla Barat, mencakup lima gampong: Karang Hampa, Lapang, Suak Raya, Lapang Ujong, dan Mon Pasong.
“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (8/7).
Abdul menjelaskan total luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 9 Ha. Rinciannya sebagai berikut: sekitar 2 Ha lahan terbakar di Gampong Karang Hampa (Kecamatan Arongan Lambalek), 3 Ha di Gampong Lapang, 1 Ha di Gampong Suak Raya, dan 1 Ha di Gampong Lapang Ujong (ketiganya berada di Kecamatan Johan Pahlawan), serta 1 Ha di Gampong Mon Pasong, Kecamatan Woyla Barat.
“Beruntung, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian ini,” immbuhnya.
Abdul menmastikan bahwa sejumlah armada dan perlengkapan untuk melakukan pemantauan dan pemadaman di lokasi terdampak. Adapun armada yang dikerahkan antara lain: 1 unit kendaraan D-max, 1 unit Armada 010 dari Mako BPBD, 1 unit pick-up Panther, dan 1 unit mesin kohle. Namun demikian, proses penanganan dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti sulitnya akses menuju lokasi serta keterbatasan sumber air.
Penanganan kebakaran turut melibatkan unsur lintas sektor, termasuk Mako BPBD Aceh Barat, Damkar Pos Arongan Lambalek, Koramil dan Polsek di wilayah Johan Pahlawan serta Arongan Lambalek, serta peran aktif dari masyarakat setempat.
Abdul memastikan penanganan masih berlangsung di beberapa titik. Lokasi kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan, khususnya di belakang Pesantren Ruhul Quran (Gp. Lapang) dan Gp. Suak Raya masih dalam proses pemadaman.
Sementara itu, titik api di Karang Hampa, Kecamatan Arongan Lambalek telah tertangani hingga 90%. Di Kecamatan Woyla Barat, Gampong Mon Pasong masih terus dilakukan penanganan oleh petugas gabungan.
Abdul kemudian menjelaskan bahwa karhutla juga melanda lahan di wilayah Kecamatan Silahisabungan, tepatnya di Desa Paropo, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, luas area yang terdampak mencapai 28 Ha.
“Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini,” ucapnya.
Tim gabungan terus bekerja keras di lapangan guna memastikan api dapat dipadamkan secara menyeluruh dan tidak meluas ke wilayah lain. Penanganan dilakukan dengan pendekatan pemadaman langsung dan pendinginan area yang rawan kembali terbakar.
Selain karhutla di Dairi, laporan bencana kebakaran lahan juga datang dari Nias Utara. Telah terjadi kebakaran lahan di wilayah Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Peristiwa kebakaran ini menghanguskan kurang lebih 10 Ha lahan, namun tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian materil akibat kebakaran cukup signifikan dan berdampak pada kondisi lingkungan serta aktivitas masyarakat sekitar.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Nias Utara bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pemadaman. Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan ketersediaan sumber daya di lokasi.
Beberapa titik api telah berhasil dipadamkan pada Minggu (6/7). Namun, masih terdapat sejumlah titik api aktif yang belum bisa ditangani karena lokasi sulit dijangkau dan tidaknya tersedia air di area kebakaran menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.


