JAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung meminta maaf kepada warga atas bencana banjir yang kembali melanda sejak beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan Pramono saat memberikan arahan langsung kepada petugas terkait penanganan banjir.
“Secara khusus saya ingin meminta maaf kepada warga yang terdampak, karena sekarang ini masih ada beberapa warga yang terdampak akibat banjir,” ucapnya, Selasa (8/7).
Ia mengaku belum sempat tidur, karena fokus pengamanan banjir Jakarta.
“Kalau dilihat mata saya, Ibu Ika (Kadis SDA) dan sebagainya, kami rata-rata belum ada yang tidur. Karena memang baru pertama kali dalam kepemimpinan saya selama 4 bulan ini, inilah banjir yang terjadi bersamaan,” ujarnya.
Ia meminta jajarannya dan petugas di lapangan untuk tak malu menyampaikan permintaan maaf ke warga atas bencana banjir yang kembali melanda.
“Kita enggah usah malu untuk meminta maaf kepada warga. Karena ini bukan sesuatu yang kita rencananya,” ujarnya.
Ia berdalih, banjir yang menerjang Jakarta sejak beberapa waktu lalu memang tak bisa dihindarkan. Pasalnya, Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan cukup lebat dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini pun semakin diperparah dengan fenomena naiknya permukaan laut yang menyebabkan banjir pesisir atau rob.
“Kemarin itu sesuatu yang tidak mungkin dilawan sebenarnya. Pada saat bersamaan ada banjir kiriman dari atas, karena apa? Curah hujan tinggi di atas,” tuturnya.
Menurut Pramono di Jakarta sendiri curah hujan juga sangat tinggi. Sedangkan pada saat bersamaan di laut sedang terhadi pasang yang mengakibatkan banjir rob
“Itu di laut sedang terjadi pasang atau rob, airnya tidak bergerak,” sambungnya.
Meski demikian, Pramono berjanji bakal terus bekerja keras untuk meminimalisir kerugian dan dampak bagi masyarakat.
“Kami akan bekerja keras dan saya akan bekerja keras untuk itu, berpikir bagaimana menangani ini ke depannya,” tutupnya.


