JAKARTA – BYD Seagull Free Edition resmi meluncur di pasar China sebagai mobil listrik hatchback terjangkau dengan segudang pembaruan.
Versi terbaru ini membawa penyempurnaan desain, kenyamanan kabin, serta fitur keselamatan yang kini makin lengkap. Dengan harga hanya 78.800 yuan atau sekitar Rp 178 jutaan, mobil ini langsung mencuri perhatian publik otomotif global.
Dibangun di atas platform e-Platform 3.0 BYD, Seagull Free Edition dibekali motor listrik 55 kW (setara 74 hp) dengan torsi maksimal 135 Nm. Mobil ini menggunakan baterai LFP 38,88 kWh dan mendukung pengisian cepat. Dari 30% ke 80% hanya butuh waktu 30 menit dengan pengisian DC.
Jarak tempuhnya pun tak main-main, mampu mencapai 405 km (CLTC) cocok untuk kebutuhan harian hingga perjalanan antar kota. Di sisi eksterior, desain belakang kini memakai emblem “BYD” baru yang senada dengan wajah depannya.
Interior mobil ini juga diperbarui dengan atap berbahan kain dan opsi trim dua warna “Sand Dune Pink” yang terlihat stylish. Port pengisian gadget Type-A dan Type-C (hingga 60W) kini tersedia di baris depan sebagai standar.
Layar sentuh 12,8 inci menjadi pusat infotainment, ditenagai sistem DiLink 100 dengan interaksi suara dan layanan cloud. Fitur keselamatan juga ditingkatkan: 6 airbag jadi standar, dan trim tertinggi memiliki sistem bantuan berkendara “God’s Eye C” dengan tiga kamera.
Dengan dimensi ringkas (panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, tinggi 1.540 mm), BYD Seagull cocok untuk mobilitas perkotaan, khususnya bagi konsumen muda dan pemula EV.
Menariknya, BYD dikabarkan tengah menyiapkan Seagull untuk pasar Indonesia. Beberapa tenaga penjual bahkan mulai membuka pre-order. “Harga mulai dari Rp 200 jutaan,” kata salah satu tenaga penjual BYD.
Jika benar hadir, BYD Seagull Free Edition bisa menjadi mobil listrik termurah di Indonesia dengan fitur tak kalah dari segmen atas.


