Oleh sebab itu, NIC pun mensinyalir bahwa aktivitas pria yang mengaku sebagai intel BIN dan juga anggota Grup 3 Kopassus adalah bagian dari operasi media yang memiliki tujuan tertentu. Dalam pengamatannya selama ini, orang-orang seperti itu adalah bagian dari bidak catur yang digunakan oleh operator untuk menciptakan kebisingan publik dalam rangka untuk mengamankan target utama mereka.
“Pola-pola seperti ini bukan hal baru. Kadang, mereka yang berpakaian aparat dan bertindak di luar nalar justru adalah aktor-aktor penyusup dalam rangka menciptakan public noise, menggiring opini, dan mengaburkan fokus masyarakat dari isu-isu penting lainnya—seperti proyek strategis nasional, konflik kepentingan elite, atau bahkan agenda penguatan institusi pertahanan,” tuturnya.
Oleh sebab itu, jika memang pria tersebut benar anggota BIN, maka institusi tersebut harus mengambil langkah tegas dan terukur kepada pria tersebut. Sehingga nantinya ruang publik tidak perlu terus menerus menggaungkan narasi negatif itu. Termasuk jika kabar ini bohong, maka oknum tersebut harus dihukum berat. Sebab ulahnya dapat memicu gejolak nasional yang seharusnya tidak perlu terjadi.
“Kalau benar dia bukan anggota BIN, maka penegak hukum harus segera bertindak tegas: palsukan identitas negara, pamer senjata, dan membuat gaduh di ruang publik adalah tindak pidana yang bisa menggerus wibawa negara,” pungkasnya.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, sebuah video memperlihatkan seorang pria mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) viral di media sosial. Kejadian tersebut terjadi di sebuah toko perhiasan yang berlokasi di Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, dan diunggah oleh akun Instagram @deliserdanginfoo pada Jumat 27 Juni 2025.
Dalam rekaman tersebut, pria bersangkutan tampak mendatangi toko dengan membawa tas yang disebut-sebut berisi senjata api. Kepada pemilik toko, ia mengaku berasal dari Grup 3 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan merupakan anggota aktif BIN.
@holopiscom Seorang pria mengaku sebagai anggota BIN dari Grup 3 Kopassus, terekam kamera saat mendatangi toko perhiasan di Medan Johor. Dalam video yang diunggah @deliserdanginfoo pada Jumat (27/6), pria itu disebut membawa tas berisi senjata dan membela adiknya yang kerap memesan orderan fiktif ojol. Pengakuannya bikin publik bertanya-tanya. Pasalnya, identitas anggota BIN seharusnya dirahasiakan demi keamanan negara. Kalau ternyata palsu, bisa masuk ranah pidana karena menyalahgunakan nama lembaga negara. Aksi ini makin ramai dibahas, warga sekitar pun mengaku sudah lama resah. Hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak terkait. ⸻ #MedanViral #BIN #videoviral #Ojol #FYP


