Gejolak Timur Tengah dan Kebijakan AS Bayangi Pasar, IHSG Diperkirakan Lanjut Koreksi

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

JAKARTA– Pasar saham global tengah dilanda ketidakpastian menyusul meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan potensi pembalikan arah kebijakan suku bunga global.

Di tengah situasi tersebut, analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren koreksi pada pekan ini.

Valdy menyebutkan bahwa indeks utama di Wall Street pekan lalu ditutup variatif dalam kisaran sempit, tertekan oleh sentimen negatif dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Sentimen utama berasal dari kekhawatiran terhadap dampak meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap ekonomi global dan kenaikan harga energi,” ujar Valdy dalam riset hariannya, dikutip Holopis.com, Senin (23/6).

Ketegangan kian memuncak setelah Amerika Serikat secara resmi mengebom tiga fasilitas nuklir di Iran pada Sabtu (21/6) waktu setempat. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa pihaknya akan mengambil waktu dua pekan sebelum memutuskan untuk terlibat langsung dalam konflik antara Israel dan Iran.

“Keikutsertaan AS dalam konflik ini diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan geopolitik dan berpotensi mendorong harga komoditas, terutama minyak mentah, yang kemudian bisa memicu inflasi global,” jelas Valdy.

Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran utama karena dapat menghambat langkah bank sentral untuk memangkas suku bunga, yang sebenarnya dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi global.

“Jika harga energi terus naik dan inflasi global terdorong, maka bank sentral tidak bisa menurunkan suku bunga, padahal ekonomi global saat ini justru memerlukan stimulus moneter,” imbuhnya.

Selain ketegangan geopolitik, pasar juga mencermati perkembangan dari sisi domestik, termasuk kemungkinan kenaikan harga energi dan tarif impor sebagai dampak dari respons global terhadap konflik tersebut.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi domestik akibat potensi kenaikan harga energi dan tarif impor AS, serta kondisi teknikal, maka diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji support di level 6.820–6.850,” kata Valdy.

Lebih lanjut, Valdy menekankan pentingnya mencermati sejumlah agenda penting pekan ini, seperti pidato Ketua The Fed, data indeks PCE prices, serta indeks PMI di Amerika Serikat, Euro Area, dan Jepang.

Untuk menghadapi ketidakpastian ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham yang dianggap defensif dan berpotensi rebound dalam jangka pendek.

“Top picks pada pekan ini meliputi AUTO, GJTL, MAPA, ERAA, dan BTPS,” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!