JAKARTA – Iran baru saja meluncurkan rudal ke Israel pada, Kamis (19/6), hal ini pun diklaim oleh Israel sebagai cara Iran untuk melukai wara-warga sipil. Israel mengatakan bahwa Iran sengaja menembakkan senjata ke daerah di Israel yang berpenduduk padat.
“Hari ini, Angkatan Bersenjata Iran menembakkan rudal yang berisi submunisi cluster ke daerah sipil berpenduduk padat di Israel,” kata Kedutaan Besar Israel di Washington, dikutip Holopis.com, Jum’at (20/6).
Mereka kemudian mengklaim bahwa senjata itu memang dirancang untuk menyebar ke area yang memaksimalkan kerugian yang bisa dirasakan oleh Israel. Israel juga menuding Iran melakukan serangan yang kejam dan tidak sah.
“Iran secara tidak sah, secara sengaja menembaki pusat-pusat penduduk sipil, dan berupaya memaksimalkan kerusakan pada warga sipil di sana, dengan menggunakan amunisi yang dapat menyebar luas,” kata Israel.
Sementara itu, Iran mengklaim bahwa mereka hanya melakukan serangan yang masih proporsional dan merupakan bentuk dari pembelaan diri mereka terhadap Israel. Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi di Kediaman Resmi Duta Besar Iran di Jakarta.
“Belakangan ini rezim ini setidaknya, telah memulai 20 perang dengan negara-negara kawasan, dan jika kami saksikan rezim ini telah melewati batasan maupun garis-garis merah yaitu tidak diperbolehkannya melakukan agresi, di mana rezim ini melakukannya,” lanjutnya.
Ia juga menanggapi Israel yang mengaku bahwa ini adalah cara Israel untuk mencegah ancaman kepada mereka, sebuah alasan yang tidak bisa diterima oleh Iran, apalagi serangan tersebut sudah mengenai fasilitas umum dan membuat masyarakat tak berdosa ikut menjadi korban.
Eskalasi antara Iran dan Israel meningkat secara drastis dalam waktu dekat, dan sudah membuat beberapa negara mengevakuasi warga negara mereka yang ada di Iran, termasuk Indonesia yang sudah menyusun rencana untuk mengevakuasi WNI di kawasan terdampak konflik.

