Detik-detik Demo Berujung Chaos, Massa Kecewa Gubernur Rudy Masud Tak Muncul

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai di di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, berubah menjadi kericuhan. Massa aksi kecewa karena tidak kunjung mendapat respons dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud maupun wakilnya, Seno Aji.

Ribuan peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas disabilitas turun ke Kawasan Jalan Gajah Mada untuk menyuarakan tuntutan politik.

- Advertisement -

Sejak siang hari, massa bergerak menuju Gedung DPRD Kaltim dengan membawa spanduk dan poster berisi kritik. Aksi sempat berlangsung kondusif, terutama saat sejumlah anggota dewan menemui demonstran.

Namun, suasana berubah drastis saat massa bergerak ke Kantor Gubernur. Hingga menjelang waktu Maghrib, Gubernur Rudy Mas’ud maupun wakilnya tak kunjung menemui peserta aksi. Kekecewaan itulah yang kemudian memicu emosi massa.

- Advertisement -

Ketegangan meningkat sekitar pukul 18.00 WITA, bertepatan dengan berakhirnya batas waktu aksi. Sebagian massa mulai bertindak anarkir dengan meluapkan kekecewaan dengan melempar botol, sampah, hingga batu ke arah area kantor gubernur.

Aksi juga diwarnai pembakaran ban bekas di tengah jalan, membuat situasi semakin sulit dikendalikan.

Melihat kondisi yang semakin memanas, aparat polisi mengambil langkah tegas untuk membubarkan massa.

Polresta Samarinda bersama aparat gabungan mengerahkan sekitar 1.700 personel untuk mengendalikan situasi. Water cannon pun diturunkan guna mengurai kerumunan yang bertahan di lokasi.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan tindakan tegas diambil setelah massa bertindak di luar batas. Dia menyampaikan sudah mengingatkan peserta aksi agar tak melakukan tindakan anarkis di luar batas.

“Sehingga petugas terpaksa mengambil langkah penguraian secara tegas,” kata Kombes Hendri Umar, dikutip pada Rabu, (22/4/2026).

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Endar Priantoro menambahkan pembubaran dilakukan karena kondisi di lapangan tak lagi terkendali. Ia menekankan aksi massa juga sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

“Massa juga melakukan pelemparan batu dan botol ke arah petugas, sehingga kami harus mengambil langkah tegas,” kata Endar di lokasi.

Dia menuturkan pihak kepolsian sudah berulang kali mengimbau agar massa membubarkan diri secara tertib tapi tak diindahkan.

“Kami sudah memberikan imbauan agar massa membubarkan diri secara tertib. Namun, karena tidak diindahkan, kami mengerahkan water cannon untuk mengurai massa,” ujar Endar.

Dalam proses pembubaran, sejumlah peserta aksi yang diduga terlibat tindakan anarkis turut diamankan.

“Dalam kegiatan ini, kami juga mengamankan sejumlah peserta aksi yang diduga melakukan tindakan anarkis untuk proses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Aksi ini digelar untuk mendesak DPRD Kalimantan Timur menggunakan hak angket dan interpelasi terhadap pemerintah daerah. Massa yang tergabung dalam berbagai elemen menilai perlu adanya evaluasi terhadap kebijakan yang berjalan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru