JAKARTA – Bencana banjir melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras membuat meluapnya drainase permukiman.
“Hujan deras mengakibatkan meluapnya drainase di kawasan permukiman padat penduduk,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (2/6).
Abdul mengatakan bahwa luapan air mengakibatkan banjir di tiga wilayah administrasi, yakni Kelurahan Puserren, Kelurahan Juppandang, dan Desa Karueng di Kecamatan Enrekang.
Sebanyak 49 KK terdampak akibat peristiwa ini, dengan total 43 unit rumah warga yang terendam.
Tak hanya itu, enam fasilitas kantor pemerintahan turut terdampak banjir, termasuk Kantor Camat, Kantor Polisi, Kantor Kodim, Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kantor Inspektorat, serta Kantor Dinas Kesehatan.
BPBD Kabupaten Enrekang telah melakukan langkah cepat dengan mengerahkan tim untuk melakukan assessment di lokasi terdampak, serta menjalin koordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan lebih lanjut.
“Kondisi cuaca di lokasi masih dilaporkan hujan dengan intensitas sedang, yang berpotensi memperlambat proses penanganan di lapangan,” imbuhnya.


