JAKARTA – Cuaca ekstrem yang memicu terjadinya angin puting beliung, mengakibatkan kerusakan pada beberapa desa yang ada di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kejadian ini terjadi pada Selasa (6/5).
“Akibat kejadian ini, sejumlah pohon tumbang dan menutup akses jalan serta menimpa rumah warga,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (8/5).
Abdul menjelaskan bahwa kejadian ini berdampak pada enam desa di Kecamatan Suruh, yaitu Desa Medayu, Desa Sukorejo, Desa Bonomerto, Desa Reksosari, Desa Gunung Tumpeng, dan Desa Cukilan.
“Sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) terdampak, terdiri dari 4 KK di Desa Medayu dan 1 KK di Desa Gunung Tumpeng,” imbuhnya.
Dari sisi kerugian materiil, tercatat 5 unit rumah rusak ringan, dengan rincian 4 unit rumah di Desa Medayu dan 1 unit rumah di Desa Gunung Tumpeng. Selain itu, 1 unit warung mengalami rusak ringan, dan 1 unit gudang penggilingan padi mengalami rusak berat.
“Tiga akses jalan juga sempat tertutup akibat tumbangnya pohon di jalan perkampungan,” ujarnya.
Abdul memastikan bahwa Satgas BPBD Kabupaten Semarang bersama unsur terkait telah bergerak cepat untuk melakukan asesmen di lapangan, berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan, serta menangani pohon-pohon yang menghalangi akses jalan.
Bantuan logistik untuk kerja bakti juga telah disalurkan guna mempercepat proses pemulihan. Unsur yang terlibat dalam penanganan ini meliputi Satgas BPBD Kabupaten Semarang, Polsek dan Koramil Kecamatan Suruh, pemerintah kecamatan dan desa setempat, serta Linmas Kecamatan Suruh.
Saat ini, wilayah Provinsi Jawa Tengah masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Banjir, Longsor, dan Cuaca Ekstrem berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 360/8 Tahun 2024, berlaku sejak 15 November 2024 hingga 31 Mei 2025.
Situasi terkini di Kecamatan Suruh sudah dinyatakan kondusif. Pembersihan dan pemulihan akses jalan telah selesai dilaksanakan, dan warga telah kembali beraktivitas dengan normal.


