JAKARTA – Pihak TNI menanggapi klaim teroris Papua atau OPM (organisasi Papua Merdeka) yang mengatakan telah membunuh 11 prajurit TNI yang menyamar sebagai pendulang emas di Yahukimo.
Komandan Kodim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudistyo menegaskan, tidak ada satupun prajurit TNI yang menjadi korban pembantaian di Kali Silet perbatasan Kabupaten Yahukimo dengan Kabupaten Asmat.
“Korban dipastikan bukan anggota TNI sehingga apa yang dinyatakan KKB adalah berita hoaks, bohong, atau tidak benar,” kata Tommy dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com dari Antara, Rabu (9/4).
Tommy menyayangkan para teroris Papua masih suka menyebar berita hoaks, padahal korban diketahui adalah warga sipil yang mendulang emas.
“Pelaku penyerangan dan pembunuhan terhadap pendulang diduga dilakukan KKB Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak, Minggu (6/4),” tukasnya.
Tommy menambahkan hingga saat ini belum dapat dipastikan berapa banyak warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas dan menjadi korban keganasan KKB karena lokasinya yang jauh dan berada di perbatasan.
Untuk mencapai lokasi tersebut, kalau dari Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo, harus menggunakan helikopter, sedang bila dari Kabupaten Asmat dapat menggunakan perahu motor dengan menyusuri sungai.
Sebelumnya diberitakan, teroris Papua kembali melakukan serangan demi serangan baik kepada warga sipil maupun pihak keamanan yang ada di sejumlah wilayah Bumi Cenderawasih tersebut.
Dimana kali ini, juru bicara teroris Papua atau yang dicap OPM (organisasi Papua merdeka) Sebby Sambom mengklaim telah menembak 11 anggota TNI yang menyamar sebagai pendulang emas.
“Telah berhasil eksekusi mati sebelas (11) anggota Militer Pemerintah Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas di wilayah operasi TPNP,” ucap Sebby dalam pernyataan resminya.
Sebby menyebut, eksekusi ini telah dilakukan para kelompoknya mulai dari tanggal 6 hingga 8 April 2025 yang lalu.
“Selama tiga hari operasi, kami berhasil membunuh sebelas anggota Militer Pemerintah Indonesia dan tiga orang lainnya luka-luka,” klaimnya.
Sebby kemudian menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak lagi mengirimkan pasukan TNI dengan berbagai cara penyamaran.
“Disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera hentikan pengiriman pasukan ke Papua untuk menjadikan mereka sebagai pendulang emas, tukang bangunan, tukang bakso dan sebagainya, dan itu kami akan bunuh,” ancamnya.

