Stok Pangan Melimpah, Perdagang Jangan Coba-coba Kerek Harga di Atas HET

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memperingatkan pedagang untuk tidak menjual bahan pangan melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pasalnya, produksi dan stok pangan sampai dengan saat ini terbilang cukup melimpah, sehingga tidak ada alasan bagi pelaku pasar untuk mematok harga tinggi untuk komoditas pangan, bahkan lebih tinggi dari HET.

“Kenapa? Stok banyak, stok beras panennya melimpah, stoknya di gudang melimpah, minyak goreng kita produsen terbesar di dunia. Tidak ada alasan, komoditas ini semua melimpah,” ujar Amran dalam keterangannya, seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (8/3).

Amran lantas mengancam akan ada tindakan tegas bagi perusahaan maupun pedagang yang menjual komoditas pangan khususnya, melebihi ketentuan HET.

“Ini pesan Bapak Presiden, jangan ada menjual di atas HET, nggak ada alasan,” kata dia.

Diberitakan Holopis.com sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan adanya indikasi praktik usaha tidak sehat dalam perdagangan komoditas pangan di awal bulan Ramadan tahun ini.

- Advertisement -

Ditemukan, bahwa harga komoditas pangan yang dijual mayoritas dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dari survei yang dilakukan KPPU di tujuh wilayah, termasuk Medan, Lampung, dan Yogyakarta, ditemukan hampir seluruh komoditi pangan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Direktur Ekonomi KPPU, Mulyawan Ranamanggala mengungkapkan, kenaikan harga ini sangat signifikan, terutama menjelang Ramadhan ketika permintaan pangan meningkat tajam.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama karena kebutuhan pangan ini akan terus meningkat saat bulan puasa dan hari raya,” ujar Mulyawan dalam keterangannya, Rabu (5/3).

Dari hasil pemantauan, telur ayam dan cabai rawit menjadi sorotan utama dengan kenaikan harga yang mencengangkan. Cabai rawit tercatat mengalami deviasi harga hingga 50 persen dari HET, sementara telur ayam melonjak hingga 70 persen.

“Ini adalah situasi yang tidak bisa dibiarkan. Kami mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah strategis guna mengatasi kelangkaan pasokan dan mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali,” tegas Mulyawan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU