Sudaryono Larang Gas Melon, MinyaKita hingga Beras SPHP Ada di Dapur MBG, Operasional Langsung Ditutup!

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMSudaryono melarang dapur MBG memakai LPG 3 kg, Minyakita, dan beras SPHP. Pelanggar terancam ditutup jika tetap nekat menggunakan barang subsidi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan seluruh dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilarang menggunakan komoditas bersubsidi, mulai dari LPG 3 kilogram atau gas melon, MinyaKita, hingga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dapur MBG yang terbukti melanggar akan dikenai sanksi tegas, bahkan operasionalnya dapat langsung dihentikan.

Penegasan tersebut disampaikan Sudaryono di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Menurutnya, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menggunakan bahan baku dan energi non-subsidi karena program MBG dibiayai melalui anggaran negara dan tidak diperuntukkan memanfaatkan barang yang memang disubsidi bagi masyarakat tertentu.

“Tidak boleh masak untuk MBG memakai MinyaKita, tidak boleh memakai gas melon 3 kilo, dan tidak boleh memakai beras SPHP. Clear,” kata Sudaryono.

- Advertisement -

Ia meminta masyarakat, media, maupun pihak terkait untuk ikut mengawasi pelaksanaan aturan tersebut.

Apabila ditemukan dapur MBG yang masih menggunakan barang subsidi, BGN akan memberikan surat peringatan sebagai langkah awal.

Namun jika pelanggaran tetap dilakukan, sanksi yang dijatuhkan adalah penghentian operasional dapur.

“Kalau memang ngeyel, bandel, ya kita tutup dapurnya. Tidak boleh memakai barang subsidi,” tegasnya.

Kebijakan ini muncul setelah BGN melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Sebelumnya, BGN juga telah menghentikan operasional ratusan dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi standar, terutama terkait higienitas dan keamanan pangan.

Berdasarkan data BGN, sebanyak 833 dapur MBG telah dikenai penghentian operasional permanen maupun sementara karena berbagai pelanggaran, mulai dari standar kebersihan hingga munculnya kasus keracunan makanan di sejumlah wilayah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU