JAKARTA – Masyarakat saat ini sedang dihebohkan dengan kematian dua pendaki senior, Elsa Laksono dan Lilie Wijayati yang meninggal dunia akibat gejala AMS (Acute Mountain Sickness) ketika turun dari puncak Carstensz.
Musisi dan penulis Fiersa Besari juga termasuk dari salah satu korban selamat kegiatan pendakian tersebut.
Mendaki gunung adalah aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan bagi para pecinta alam. Namun, di balik keindahan dan kepuasan yang didapat, ada berbagai bahaya yang mengintai. Oleh karena itu, setiap pendaki harus memahami risiko yang ada dan mengetahui cara menghindarinya agar pendakian tetap aman.
1. Cuaca yang Tidak Dapat Diprediksi
Gunung memiliki cuaca yang tidak dapat diprediksi. Hujan deras, angin kencang, badai petir, atau suhu yang turun drastis bisa membahayakan keselamatan pendaki. Hipotermia bisa terjadi jika pendaki tidak berpakaian sesuai atau kurang persiapan. Untuk menghindarinya, pendaki harus selalu mengecek prakiraan cuaca sebelum berangkat, membawa pakaian yang sesuai untuk suhu dingin, serta membawa jas hujan atau perlindungan dari angin.
2. Risiko Penyakit Ketinggian
Mendaki ke ketinggian yang lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut bisa menyebabkan penyakit ketinggian atau hipoksia. Gejala yang umum meliputi pusing, mual, sakit kepala, hingga kesulitan bernapas. Oleh karena itu, pendaki harus melakukan aklimatisasi dengan baik, tidak mengabaikan gejala awal penyakit ketinggian, dan selalu menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air.
3. Jalur Berbahaya dan Medan Licin
Banyak jalur pendakian yang memiliki medan curam, berbatu, atau licin akibat hujan. Kesalahan langkah bisa menyebabkan terpeleset atau bahkan jatuh ke jurang. Agar terhindar dari bahaya ini, pendaki harus menggunakan sepatu yang sesuai, menghindari pendakian saat hujan deras atau setelah hujan, serta selalu memperhatikan pijakan saat berjalan.
4. Ancaman Hewan Liar
Gunung adalah habitat bagi banyak satwa liar seperti ular, serangga berbisa, hingga binatang buas. Pendaki yang tidak berhati-hati bisa mengalami gigitan atau serangan yang berbahaya. Oleh sebab itu, penting untuk memasang tenda dengan benar saat bermalam, menyimpan makanan dengan aman agar tidak menarik perhatian hewan liar, dan menghindari menyentuh atau mengganggu satwa yang ditemui di jalur pendakian.
5. Kurangnya Bekal dan Dehidrasi
Kurangnya makanan dan air bisa menyebabkan kelelahan ekstrem dan dehidrasi. Ini bisa berakibat fatal jika pendaki tidak segera mendapatkan asupan yang cukup. Pastikan selalu membawa bekal yang cukup, tidak mengabaikan kebutuhan air selama perjalanan, serta mengetahui sumber air terdekat yang bisa digunakan.
6. Risiko Tersesat
Pendaki yang tidak mengenali jalur dengan baik bisa tersesat, terutama di gunung yang memiliki banyak percabangan atau kabut tebal. Untuk menghindari kehilangan arah, pendaki harus membawa peta atau kompas, tidak mendaki tanpa pemandu jika masih pemula, serta selalu memberitahu tim atau orang lain sebelum berpisah dari rombongan.
Mendaki gunung bukan hanya tentang mengejar puncak, tetapi juga tentang memahami dan menghadapi risiko dengan persiapan yang matang.
Pendakian bisa menjadi pengalaman yang lebih aman dan menyenangkan. Selalu persiapkan diri dengan baik, patuhi aturan, dan tetap waspada terhadap lingkungan sekitar agar perjalanan mendaki berjalan dengan lancar.


