HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Terpilih RI periode 2024-2029 Prabowo Subianto angkat bicara terkait dengan polemik pemotongan gaji para karyawan untuk Tapera atau tabungan perumahan.
Prabowo Subianto pun awalnya menegaskan bahwa pihaknya masih akan mempelajari terlebih dahulu manfaat dari Tapera tersebut bagi masyarakat.
“Kita akan pelajari,” kata Prabowo Subianto dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (6/6).
Menteri Pertahanan RI itu pun menegaskan, jika dirinya sudah resmi dilantik sebagai Presiden, pihaknya akan memberikan solusi terbaik untuk penyelesaian konflik Tapera.
“Dan kita cari solusi yang terbaik,” tegasnya.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho juga sebelumnya telah menjelaskan, bahwa pihaknya sejauh ini belum ada niatan untuk menarik iuran simpanan dari peserta baru, baik dari kalangan pekerja maupun ASN.
Dia mengatakan, bahwa pihaknya saat ini tengah berfokus pada peningkatan tata kelola di internal organisasi, serta pengembangan bisnis pengelolaan dana Tapera.
“Maka belum ada rencana mengeluarkan regulasi teknis yang memungkinkan BP Tapera mulai melakukan collection atas simpanan peserta yang baru,” ujar Heru, Rabu (5/6).
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.
Dalam PP terbaru itu, kepesertaan Tapera tidak hanya menyasar kalangan negeri sipil (PNS), tetapi juga pegawai swasta, BUMN, BUMD, BUMDes, TNI-Polri, sampai pekerja mandiri.
Dalam pelaksanaannya, iuran yang dibebankan kepada para peserta untuk program tersebut sebesar 3 persen, yang ditanggung bersama oleh pekerja dan perusahaan.
Namun, terkait aturan kepesertaan Tapera itu menuai protes luas dari kalangan pekerja dan pengusaha lantaran dinilai memberatkan. Sebab di sisi lain, pekerja dan perusahaan juga harus menanggung beban iuran untuk pajak penghasilan, jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan.


