HOLOPIS.COM, JAKARTA – Brand fesyen Zara saat ini sedang diserang habis-habisan oleh masyarakat dunia. Hal tersebut karena Zara diduga menghina kesengsaraan masyarakat Palestina, melalui pemotretan terbaru yang mereka lakukan, dan diunggah di akun Instagram resminya.
Meskipun awalnya merupakan brand fashion terkemuka dan sangat laris, saat ini Zara sedang menghadapi boikot besar-besaran. Beberapa orang bahkan menilai Zara bisa mengalami kerugian seperti yang saat ini dirasakan Starbucks akibat boikot para pelanggan di dunia yang mendukung Palestina.
Sebelum memboikot Zara, ini dia beberapa fakta terkait brand fashion populer, yang berpusat di negara Spanyol ini.
1. Model Fast Fashion yang Dinilai Revolusioner
Tak bisa dipungkiri, selama ini Zara dikenal karena model bisnis fast fashion yang revolusioner. Mereka mampu mendesain, memproduksi, dan mengirimkan produk baru ke toko-toko mereka dalam waktu yang sangat singkat. Siklus produksi yang cepat ini memungkinkan Zara untuk menangkap tren terkini dan menyediakan produk yang selalu fresh di toko-toko mereka.
2. Desain dari Internal
Mengenai desain Zara mengatakan mereka mendesain dan memproduksi sebagian besar produknya sendiri. Hal ini memungkinkan mereka memiliki kontrol penuh terhadap proses produksi dan menyesuaikan desain mereka dengan cepat berdasarkan tren yang sedang berlangsung. Meskipun ada beberapa kritikan Zara meniru model merk-merk ternama dalam koleksinya.
3. Klaim Sebagai Brand Ramah Lingkungan
Zara mengklaim bahwa brand mereka memiliki komitmen untuk meningkatkan keberlanjutan dalam industri fashion. Mereka telah mengumumkan berbagai langkah untuk mengurangi dampak lingkungan, termasuk penggunaan bahan ramah lingkungan dan pengurangan limbah.
4. Diboikot Karena Kontroversi Korban di Palestina
Brand fesyen ternama, Zara, diduga menghina Palestina dalam kampanye terbaru mereka. Dalam potret-potret resmi dari Zara, para netizen menyadari sebuah kejanggalan dari gaya yang awalnya bisa dinilai sebagai seni belaka.
Seorang pengguna Twitter pun langsung merasa sangat terganggu dengan foto-foto yang dirilis di akun resmi Zara itu.
“Kampanye marketing Zara menggunakan desain yang terinspirasi dari genosida yang sedang berlangsung di Gaza untuk mempromosikan koleksi baru,” kata pengguna Twitter @ZeenaAqel, dikutip Holopis.com (10/12).


