Kepala BNPB Ngeluh Pemadaman Karhutla Via Udara Kemahalan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengakui bahwa dirinya tidak terlalu tertarik menggunakan pemadaman karhutla di Indonesia menggunakan teknik water bombing melalui udara.

Hal itu disampaikan Kepala BNPB usai meninjau upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur pada Jumat (9/9).

Pasalnya, pemadaman udara termasuk menggunakan operasi water bombing, seharusnya menjadi langkah terakhir yang dapat dilakukan dalam pemadaman karhutla di suatu wilayah.

“Operasi udara itu jalan terakhir. Jadi operasi darat dulu dilakukan. Jangan sampai menunggu api membesar. Kalau api membesar maka sia-sia kita,” kata Suharyanto dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (9/9).

Pasalnya, untuk operasi water bombing membutuhkan penampungan sumber air yang besar untuk diangkut menggunakan pesawat menuju titik api, yang mana lokasi sumber air akan lebih sulit ditemukan pada musim kemarau seperti yang sekarang dialami.

“Water bombing membuat negara harus mengeluarkan anggaran senilai 11.500 USD atau 150 juta rupiah itu untuk satu jam penerbangan mengangkut dan menyiramkan air di titik-titik hotspot,” terangnya.

- Advertisement -

“Kasihan negara bayar mahal,” imbuhnya.

Suharyanto juga menjelaskan, hingga saat ini Pemerintah Indonesia harus menyewa helikopter untuk melakukan operasi water bombing.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan lebih terkuras apabila negara memiliki helikopter sendiri, mengingat perawatan dan maintenance sebuah helikopter membutuhkan biaya rutin meski tidak digunakan terbang. Dengan kata lain, karhutla menjadi bencana yang paling mahal dalam operasi penanganannya.

“BNPB itu bekerja sama dengan pihak ketiga. Instansi lain punya tiga helikopter saja berat merawatnya. Megap-megap juga perawatannya (kalau punya helikopter sendiri). Itu bayarnya banyak sekali,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Suharyanto mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) darat harus dilakukan dengan melibatkan personel dari unsur-unsur forkopimda terkait.

“Satgas darat itu yang efektif. Kalau tanpa satgas darat bohong itu kita bisa memadamkan api,” katanya.

Menurut Suharyanto, pemadaman melalui darat ini memiliki kelebihan yakni tim lebih mampu menjangkau lokasi dan dapat mengetahui secara persis posisi titik api. Di samping itu, upaya pemadaman yang dilakukan oleh satgas darat ini juga dapat lebih fokus dan terpusat sehingga api dapat dipadamkan dengan sempurna.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU