JAKARTA, HOLOPIS.COM – Rusia membantah klaim Amerika Serikat yang menyatakan negara beruang merah itu gagal bayar utang luar negeri untuk pertama kalinya dalam waktu lebih dari satu abad.
Dilansir dari Reuters, Selasa (28/6), Gedung Putih menyebut Rusia telah gagal membayar obligasi internasionalnya pada Senin. Ini untuk pertama kalinya sejak revolusi Bolshevik.
Penyebab gagal bayar utang itu terjadi karena sanksi besar-besaran secara efektif telah memutuskan negara itu dari sistem keuangan global.
Padahal, Rusia terus membayar Eurobonds-nya dalam mata uang asing sesuai dengan kondisi penerbitan hingga pekan lalu. Namun, memang transfer kupon dolar dan euro yang dilakukan pada bulan Mei tidak sampai ke investor.
“Pernyataan default benar-benar tidak dapat dibenarkan,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan pada hari Senin menunjuk pada pembayaran kupon valas Mei.
“Fakta bahwa Euroclear menahan uang ini dan tidak membawanya ke penerima bukanlah masalah kami. Sama sekali tidak ada alasan untuk menyebut situasi seperti itu sebagai default,” tutur Dmitry Peskov.
Euroclear sendiri belum memberikan tanggapan. Pada hari Senin, kementerian keuangan mengatakan bahwa tindakan perantara keuangan asing berada di luar kendali kementerian keuangan Rusia. Kementerian keuangan meminta pemegang obligasi asing untuk berbicara langsung dengan mereka yang menahan pembayaran.
“Tidak diterimanya uang oleh investor tidak terjadi karena kurangnya pembayaran tetapi karena tindakan pihak ketiga dan yang tidak secara langsung disebut sebagai situasi default dengan mengeluarkan dokumentasi,” tutur pernyataan kementerian.



💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!