Sosialisasi kepada orang tua, siswa, dan masyarakat juga dinilai penting.
Dengan begitu, seluruh pihak memahami persyaratan kenaikan kelas, mekanisme evaluasi, serta langkah yang dapat ditempuh apabila siswa belum memenuhi ketentuan.
“Kalau kita menyambut sangat baik wacana ini, selama aturannya itu diperjelas, dan ada sosialisasi dulu ke masyarakat, supaya tidak ada problem ke depan,” pungkasnya.
Dukungan para kepala sekolah tersebut menempatkan wacana tinggal kelas sebagai isu yang berkaitan erat dengan kualitas pembelajaran.
Tantangannya adalah memastikan kebijakan tidak berhenti pada pemberian sanksi, tetapi disertai evaluasi yang objektif dan pendampingan bagi siswa yang mengalami hambatan belajar.
Dengan persiapan yang matang, sistem kenaikan kelas diharapkan dapat mendorong peserta didik lebih bertanggung jawab terhadap pendidikannya sekaligus membantu sekolah memastikan kompetensi pembelajaran tercapai.



