HOLOPIS.COM, BOGOR – Wacana tinggal kelas kembali mencuat dan memicu perhatian dunia pendidikan. Kebijakan ini dinilai bisa mengubah cara siswa belajar dan meraih kenaikan kelas.
Wacana mengembalikan sistem tinggal kelas di sekolah kembali memantik perhatian dunia pendidikan.
Sejumlah kepala sekolah di Kota Bogor menyatakan dukungan terhadap gagasan tersebut karena dinilai dapat mendorong siswa lebih serius belajar dan tidak menganggap kenaikan kelas sebagai sesuatu yang otomatis.
Kebijakan ini dipandang perlu diarahkan untuk memastikan setiap peserta didik memiliki kemampuan yang memadai sebelum melanjutkan pembelajaran ke tingkat berikutnya.
Bukan sekadar mengejar kenaikan kelas, siswa diharapkan benar-benar memahami materi yang telah diajarkan.
Kepala SMPN 11 Kota Bogor, Renny Seyawatie, menilai sekolah perlu memberikan perhatian terhadap pencapaian belajar setiap peserta didik.
Menurutnya, kenaikan kelas semestinya mencerminkan perkembangan kemampuan siswa, bukan hanya menjadi agenda rutin pada akhir tahun ajaran.
Meski mendukung wacana tersebut, Renny mengingatkan bahwa keputusan menahan siswa di kelas yang sama tidak boleh dilakukan dengan pendekatan menghukum.
Penilaian harus tetap memperhatikan proses pembelajaran dan kompetensi yang berhasil dicapai.
“Tapi jangan pula menjadikan tinggal kelas sebagai hukuman. Jadi, bagi saya kebijakan ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa,” jelas Renny.
Ia menilai keberadaan aturan yang tegas dapat membantu siswa memahami konsekuensi dari proses belajar yang dijalani.
Peserta didik juga diharapkan memiliki kemauan untuk memperbaiki hasil belajar ketika menghadapi kesulitan dalam memahami pelajaran.
Lebih jauh, menurut Renny, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan nilai akademik.



