HOLOPIS.COM, JAKARTA – Video A Day in My Life Zaefier bikin geger! Bukan cuma satu, polisi ungkap ada 20 part yang diduga diperjualbelikan lewat Telegram.
Video bertajuk A Day in My Life yang belakangan viral di media sosial ternyata bukan satu-satunya konten yang dibuat oleh dua pria yang kini berurusan dengan polisi.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyebut menemukan sekitar 20 video yang dibuat oleh dua pria berinisial MR (27) dan MA (23).
Konten-konten itu disebut dibuat sejak Juli 2026 dan kemudian ditawarkan melalui akses berbayar.
Kasus ini membuat pencarian terkait video A Day in My Life Zaefier ramai diperbincangkan di media sosial.
Perhatian warganet pun mengarah pada fakta bahwa konten tersebut ternyata merupakan bagian dari rangkaian video yang dibuat dan didistribusikan secara komersial.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan, penyidik menemukan sekitar 20 konten yang dibuat oleh MR dan MA.
Konten tersebut dibuat di sejumlah lokasi. Polisi menyebut lokasi pembuatan tidak hanya berada di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, tetapi juga mencakup wilayah Jakarta dan Depok.
Menurut keterangan polisi, keduanya mulai saling mengenal melalui media sosial sekitar dua bulan sebelum akhirnya ditangkap.
Setelah berkenalan, MR dan MA kemudian bertemu dan mulai membuat sejumlah konten yang selanjutnya ditawarkan kepada orang lain melalui komunitas tertentu.
Fakta lain yang terungkap adalah adanya transaksi untuk mendapatkan akses terhadap konten tersebut.
Polisi menyebut konten itu ditawarkan dengan sistem berbayar.
Tarifnya disebut mencapai Rp150 ribu untuk satu kali akses.




