JOMO mengajarkan bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada kuantitas. Individu yang menerapkan JOMO lebih selektif dalam bergaul. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga, sahabat dekat, atau pasangan dalam interaksi tatap muka yang mendalam, dibandingkan sekadar berinteraksi melalui kolom komentar.
Mereka sadar bahwa hubungan yang sesungguhnya dibangun di dunia nyata, bukan di dunia maya. Jadi, jika Anda merasa lelah dengan drama media sosial, mungkin sudah saatnya beralih dari FOMO menuju kebahagiaan JOMO.
- Advertisement -



