JAKARTA – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan bahwa Kanada akan mengakui Palestina menjadi sebuah negara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September nanti. Namun dengan syarat, Otoritas Palestina nantinya harus berkomitmen menyelenggarakan pemilu di than 2026, untuk reformasi demokrasi.
“Kanada berniat untuk mengakui negara Palestina pada sesi ke-88 dari di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September 2025,” kata Mark Carney, dikutip Holopis.com, Kamis (31/7).
Mark mengatakan Palestina harus memastikan adanya reformasi yang memastikan Hamas tidak akan memiliki tempat dalam pemerintahan Palestina nantinya. Mark Carney juga mengatakan bahwa Kanada akan mendukung Palestina agar masyarakatnya bisa hidup dengan damai.
“Kanada akan meningkatkan usahanya untuk mendukung pemerintahan dengan demokrasi di Palestina, dalam kontribusi masyarakatnya untuk mendapatkan masa depan yang damai,” kata Carney.
Mark Carney juga mengaku bahwa ia sudah berbicara dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, untuk memastikan komitmen mereka dalam mengikuti syarat-syarat itu, agar nantinya Kanada mengakui Palestina sebagai sebuah negara.
“Saya sudah berbicara deengan Presiden Abbas untuk memastikan komitmennya,” lanjutnya.
Hamas Harus Bebaskan Semua Sandera yang Mereka Culik pada Oktober 2027
Mark Carney kemudian mengatakan bahwa Hamas harus membebaskan semuya sandera yang mereka culikt pada 7 Oktober 2023. Ia kemudian menekankan kembali bahwa Kanada ingin Hamas benar-benar dilucuti dan tidak lagi terlibat dalam pemerintahan Palestina
“Kanada menekankan bahwa Hamas harus membebaskan semua sandera yang ditangkap dalam serangan teroris 7 Oktober, dan Hamas harus dilucuti, dan tidak terlibat dalam pemerintahan Palestina di masa depan,” kata Mark Carney.
Kemudian Mark Carney menekankan sekali lagi bahwa Kanada akan tetap mendukung Israel menjadi negara yang merdeka, dan menginginkan masyarakat Israel agar hidup dalam keamanan.
“Kanada juga akan selalu mendukung keberadaan Israel sebagai negara merdeka di Timur Tengah, hidup dalam keamanan dan kenyamanan,” pungkasnya.


