Viral Jaguar Tampak Kurus, Ini Klarifikasi dari TM Ragunan

0 Shares

JAKARTA – Video seekor jaguar dewasa tampak kurus di Taman Margasatwa (TM) Ragunan viral di media sosial (medsos), video itupun mendapat respon dari warganet. Pihak TM Ragunan menegaskan Jalu sudah dirawat dengan baik.

Melalui keterangan tertulis yang Holopis.com terima, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang mengatakan

Jalu bukanlah satwa baru di TM Ragunan.

“Jalu itu bukan satwa baru. Jalu sudah menjadi bagian dari keluarga besar TMR sejak didatangkan pada 2007 yang kala itu usianya baru empat tahun,” katanya, Kamis (31/7).

Ia pun menyayangkan viralnya video seekor jaguar bernama Jalu yang terlihat lemas disertai narasi negatif dan tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengelola.

“Jalu yang saat ini telah berusia 22 tahun, termasuk umur yang luar biasa bagi seekor jaguar karena jika di alam liar, umumnya hanya mampu bertahan hingga usia 12-15 tahun, jadi apa yang terlihat karena usia Jalu sudah tua,” imbuhnya.

Dikatakan Bambang dengan umur yang mencapai 22 tahun, hal tersebut menandakan pengawasan dan perawatannya sangat baik selama berada di sini.

“Sedangkan, di bawah pengawasan dan perawatan yang intensif di penangkaran atau lembaga konservasi. Jaguar rata-rata dapat hidup hingga usia 20 tahun. Jalu telah melampaui itu,” ucapnya.

Ia berharap, kondisi Jalu yang kurus tidak terus menjadi tanggapan negatif atau memberikan pemikiran Jalu tidak terurus dengan baik.

Jalu dapat beraktivitas dengan baik hingga saat ini adalah pencapaian yang menunjukkan bahwa perawatan satwa di TMR dilakukan secara serius, konsisten dan berbasis kesejahteraan satwa (animal welfare).

“Tentu, seperti manusia, satwa lanjut usia pun mengalami perubahan, dari gerak yang melambat, stamina yang berkurang, atau postur tubuh yang tampak lebih ringan. Tetapi, ini bukan berarti mereka terabaikan,” ucapnya.

Ia memastikan, satwa-satwa berumur seperti Jalu tetap mendapat haknya untuk beraktivitas, seperti berjalan, berjemur, berenang, hingga memanjat.

Menurutnya, aktivitas tersebut diperlukan sebagai bentuk stimulasi fisik dan mental yang penting bagi kualitas hidup satwa.

“Penempatan satwa di kandang peragaan bukan dilakukan tanpa pertimbangan. Sebagai lembaga konservasi, kami percaya bahwa semua satwa, baik yang muda maupun yang sudah lanjut usia, berhak untuk tetap terlihat, dikenali dan dihargai keberadaannya,” ucapnya.

Taman Margasatwa Ragunan mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap satwa yang ada di TMR dan akan terus menjadi perhatian seluruh pengelola.

Perlu diketahui TMR merupakan kebun binatang milik Pemprov Daerah Khusus Jakarta seluas 127 hektar di Ragunan, Jakarta Selatan. TMR memiliki koleksi kurang lebih 2.009 ekor satwa langka diantaranya  kakatua, orangutan, gorila, anoa, gajah dan jaguar.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Wuri Setyaningsih
Tim Penulis & Editor
Wuri Setyaningsih

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU