Tingkat Kegemaran Membaca Indonesia 2025 Turun, Bagaimana Masyarakat Membaca di Era Digital?

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Indonesia tercatat sebesar 54,80 pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Februari 2026 dan bersumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), angka tersebut merupakan hasil pengukuran dengan instrumen TKM yang diperbarui pada 2025.

Secara angka, TKM 2025 memang lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 72,44. Namun, perbedaan tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai penurunan minat baca karena Perpusnas melakukan perubahan metodologi pengukuran TKM dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) pada 2025.

Pada pengukuran terbaru, TKM mencakup tiga tahapan aktivitas membaca, yakni pra membaca dengan skor 50,05, saat membaca sebesar 53,94, dan pasca membaca sebesar 57,90. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari motivasi, minat, tujuan, dan akses terhadap bahan bacaan sebelum membaca, perilaku dan fokus saat membaca, hingga dampak serta hasil yang diperoleh setelah membaca.

Sementara itu, IPLM menggunakan pendekatan berbasis kewenangan pada tingkat kabupaten atau kota, provinsi, dan pusat. Pengukurannya melihat kinerja serta penyelenggaraan layanan perpustakaan, termasuk koleksi, tenaga, layanan, dan pengelolaannya.

Perubahan cara mengukur tersebut juga hadir di tengah berkembangnya cara masyarakat mengakses informasi dan bahan bacaan. Perkembangan media sosial, kecerdasan buatan, serta berbagai bentuk konten singkat membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh pengetahuan, mulai dari buku cetak, e-book, artikel daring, hingga berbagai platform berbasis aplikasi.

Perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat mengakses bahan bacaan. Gambaran mengenai beragamnya cara mengakses bacaan juga terlihat dari pengalaman pengunjung Pasar Literasi FX Sudirman, Jakarta Pusat. Salah satunya Nadia yang mengaku tidak hanya membaca melalui buku cetak, tetapi juga memanfaatkan media sosial untuk sekadar membaca maupun sebagai bahan referensinya sebelum memutuskan membeli buku cetak.

“Biasanya suka ada kan yang fotoin isi-isi bukunya, aku cari tahu isi bukunya tentang apa. Pas lihat bukunya ternyata seru, baru setelah itu aku cari (buku) fisiknya,” ujar Nadia saat ditemui Holopis.com, di Pasar Literasi FX Sudirman, Kamis (10/9).

Pengunjung lain, Verda, meskipun mengaku memiliki sekitar 20 buku di rumah. Ia lebih gemar membaca buku atau novel melalui format digital seperti e-book, terutama ketika buku tersebut merupakan buku bahasa asing yang baru terbit atau sulit ditemukan dalam bentuk cetak.

“Kalau saya sendiri sih lebih suka baca e-book. Kayak lebih konsen aja sih kalau baca e-book, karena mungkin cahaya juga lebih kelihatan aja gitu,” ujar Verda.

Selain lebih mudah diakses, Verda menilai e-book memiliki kelebihan karena lebih fleksibel. Saat membaca melalui perangkat digital, ia dapat berpindah ke aplikasi lain tanpa harus menutup atau meninggalkan halaman buku yang sedang dibaca, berbeda dengan buku cetak yang menurutnya memerlukan konsentrasi lebih saat membacannya.

“Kalau buku fisik kerasa aja gitu, kayak megang kertas fisik tuh jadi beneran berasa kayak baca buku, kalo e-book biasanya bisa geser ke aplikasi lain. Kalau baca buku fisik kan jadi kaya beneran baca buku, jadi harus bener-bener fokus,” kata Verda

Berbeda dengan Verda, Regina yang memiliki koleksi sekitar 50 buku di rumah dan sebagian besar merupakan novel, mengaku tidak menggunakan satu format untuk mengakses bahan bacaan. Ia menggunakan buku cetak maupun e-book untuk membaca, dengan waktu yang menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

“Dua-duanya sih, satu buku bisa seminggu atau sebulan lebih, karena biasanya tergantung lagi libur atau enggak. Sehari itu biasanya baca sejam lebih,” kata Regina.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU