HOLOPIS.COM, JAKARTA – Produsen otomotif asal China, GAC International, menegaskan tidak akan ikut dalam perang harga kendaraan yang saat ini marak terjadi, baik di China maupun di pasar global, termasuk Indonesia.
Presiden GAC International, Wei Haigang, mengatakan bahwa perusahaannya lebih memilih fokus pada nilai produk dan kualitas layanan dibanding sekadar menawarkan harga murah.
Dalam pernyataannya di sela ajang Beijing Auto Show 2026, Wei menegaskan strategi utama GAC adalah memberikan produk yang memiliki nilai seimbang antara harga dan kualitas.
“Dan strategi kami, memang di China itu sebetulnya perang harga sudah lebih parah lagi dari ASEAN, tapi strategi kami dengan Indomobil itu kita tidak mau ikut perang harga dari merek-merek yang lain, kita itu harus strategi harga kita di posisi yang sudah tepat. Kita itu bukan hanya untuk menyediakan produk yang bernilai, yang ada nilai dengan harga dan kualitas yang ada nilai, jadi lebih fokus ke nilai daripada harganya yang murah,” kata dia dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, harga murah tidak selalu menjamin kualitas dan kepuasan konsumen dalam jangka panjang.
Selain produk, GAC juga menaruh perhatian besar pada layanan purna jual atau servis kendaraan. Wei menilai, kualitas servis menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.
“Dan kita juga utamakan servis, jadi dengan harga yang rendah belum tentu servisnya bisa bagus, jadi kita lebih fokuskan servis dengan harga yang valuable untuk konsumen,” katanya lagi.
GAC melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis di kawasan ASEAN. Melalui kerja sama dengan Indomobil, perusahaan optimistis dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing.
Targetnya tidak main-main, yakni menjadikan GAC sebagai salah satu merek terdepan di kawasan Asia Tenggara.
Seperti diketahui, perang harga masih menjadi strategi yang banyak digunakan produsen otomotif, khususnya kendaraan listrik dari China. Langkah ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.
Namun, GAC memilih pendekatan berbeda dengan menekankan kualitas produk, layanan, dan nilai jangka panjang bagi konsumen.




