Sita Innova Zenix dari Politikus PKB Vinna Ledy, KPK Bidik DPRD Kota Bengkulu Penikmat Ketuk Palu

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Satu unit mobil Toyota Innova Zenix disita KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dari anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni (VLA). Kendaraan roda empat berkelir hitam itu disita lantaran diduga terkait korupsi pengadaan proyek di lingkungan Pemkot Bengkulu yang sedang diusut KPK dalam tahap penyidikan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, mobil itu disita penyidik pada Selasa 22 September 2026. Mobil yang disita itu merupakan pemberian pengusaha Eno Bowo Susilo (EBS). Toyota Innova Zenix ini merupakan mobil ketiga yang disita KPK dari Vinna yang merupakan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bengkulu.

“Penyidik kembali melakukan penyitaan terhadap satu unit kendaraan roda empat, dari VLA. Mobil tersebut diduga pemberian dari EBS,” ucap Budi dalam keterangannya seperti dikutip Holopis.com, Rabu 23 September 2026.

Mobil itu diduga diatasnamakan adik Vinna, Dian Andini Anggraheni (DAA). Mobil itu sehari-hari digunakan Dian Andini Anggraheni. Terkait mobil itu telah didalami penyidik saat memeriksa Dian beberapa waktu lalu.

“Mobil tersebut diatasnamakan dan digunakan sehari-hari oleh Saudari DAA, yang merupakan adik Saudari VLA,” kata Budi.

KPK sebelumnya menyita mobil Mitsubishi Pajero Sport dan Mercedes-Benz milik Vinna. Mobil itu atas nama Rani Sorayya selaku rekan Vinna. Kedua mobil itu diduga berasal dari Eno Bowo Susilo.

Dalam pengusutan berjalan, KPK telah memeriksa Eno Bowo Susilo, Vinna, dan Anggota DPRD Kota Bengkulu sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bengkulu, Bambang Hermanto. Saat memeriksa Bambang, penyidik mendalam proses perencanaan dan pengesahan anggaran proyek berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Selain itu juga didalami dugaan adanya aliran uang yang berkaitan dengan Bambang Hermanto.

Selain Vinna dan Bambang, penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Rahmad Widodo.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein tak menampik adanya dugaan keterlibatan legislator DPRD Kota Bengkulu dalam kasus yang sedang diusut pihaknya. Berdasarkan informasi, keterkaitan para legislator itu salah satunya terkait ‘ketuk palu’ anggaran sejumlah proyek.

Meski belum mau merinci secara gamblang soal keterkaitan legislator DPRD Kota Bengkulu, Taufik memastikan dugaan keterlibatan sejumlah pihak akan terus didalami penyidik. Tak terkecuali dugaan keterlibatan anggota, pimpinan, hingga Banggar DPRD Kota Bengkulu.

“Termasuk untuk peran-peran tadi yang sudah disebutkan ada beberapa anggota DPR dan kepala dinas juga, ini masih terus didalami,” tegas Taufik.

KPK menduga sejumlah aset yang telah disita berkaitan dengan proyek-proyek yang dikerjakan pihak swasta. Selain tiga mobil, KPK juga telah menyita rumah mewah yang diduga milik Vinna di kawasan Jakarta Selatan. Penyitaan sejumlah aset merupakan bagian dari upaya pemulihan aset (asset recovery) hasil dari tindak pidana korupsi.

“Kita mempertimbangkan bagaimana dengan proyek-proyek yang lain di daerah yang lain gitu. Jadi akan sangat banyak, sehingga kemarin sudah dapat beberapa hasil penyitaan-penyitaan aset yang diduga ada kaitannya dengan proyek-proyek yang dilakukan oleh pihak swasta tersebut,” ucap Taufik.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Rangga Tranggana
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Rangga Tranggana, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU