Dyah sebelumnya mengungkap dirinya telah memperoleh izin resmi untuk berjualan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Namun, ia dan tim kemudian disebut diminta membayar biaya paguyuban parkir yang awalnya mencapai Rp2,5 juta per hari.
Persoalan tersebut membuat Bolosego akhirnya hanya berjualan selama satu hari di Alkid.
Pihak Keraton Yogyakarta juga menyatakan permintaan biaya parkir tersebut bukan berasal dari pihak Keraton.
Di tengah polemik tersebut, kuliner Bolosego tetap menjadi bagian yang menarik perhatian.
Menu iga mercon dengan porsi produksi besar, racikan rempah, dan perpaduan rasa pedas-manis menjadi salah satu alasan usaha kuliner ini dikenal luas.
Bagi pencinta kuliner pedas, nama Bolosego pun bukan sekadar soal sensasi pedas.
Ada iga mercon, ceker mercon tanpa tulang, hingga beragam menu berbumbu kuat yang menjadi daya tarik usaha kuliner asal Jogja tersebut.



