HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menerima “secara prinsip” proposal perdamaian yang diajukan Teheran untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.
Informasi ini disampaikan oleh lembaga penyiaran resmi Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), yang mengutip pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Dalam laporan tersebut, proposal berisi 10 poin itu disebut akan menjadi dasar negosiasi menuju kesepakatan damai yang lebih luas. Meski begitu, tidak semua rincian dibuka ke publik.
Beberapa poin utama yang terungkap antara lain jaminan tidak adanya agresi terhadap Iran, pengakuan hak Teheran dalam pengayaan uranium, serta pencabutan seluruh sanksi utama dan sekunder dari AS. Selain itu, Iran juga menginginkan kendali penuh atas Selat Hormuz tetap berada di tangan mereka.
Tak hanya itu, proposal tersebut juga mencakup penghentian resolusi dari Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional, pembayaran kompensasi, serta penarikan pasukan tempur AS dari kawasan Timur Tengah.
Dewan tersebut menegaskan bahwa pembicaraan ini belum berarti perang telah berakhir. Keberhasilan kesepakatan akhir tetap bergantung pada terpenuhinya seluruh syarat yang diajukan Iran.
Sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan, jalur aman di Selat Hormuz disebut akan dijamin selama proses negosiasi berlangsung, melalui koordinasi dengan militer Iran.
Rencananya, perundingan akan dimulai pada Jumat (10/4) di Islamabad dengan mediasi dari pemerintah Pakistan dan berlangsung selama dua pekan, dengan kemungkinan perpanjangan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa Washington akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Ia juga menyebut proposal dari Teheran sebagai “dasar yang dapat diterapkan” untuk negosiasi.
Perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah, meski jalan menuju kesepakatan final masih penuh tantangan.



