HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap infrastruktur energi negaranya. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (18/3) melalui unggahan di media sosial X. Serangan udara dilaporkan menghantam sebagian area ladang gas South Pars yang berada di wilayah selatan Iran. Fasilitas tersebut merupakan salah satu aset energi penting bagi negara tersebut.
Pezeshkian menilai serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang berpotensi memperburuk situasi. Ia memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat membawa dampak yang lebih luas.
“Tindakan agresif semacam itu akan memperumit situasi dan dapat menimbulkan konsekuensi yang tak terkendali, yang cakupannya bisa melanda seluruh dunia,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Kamis (19/3).
Kecaman juga datang dari Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Dalam unggahan terpisah di platform yang sama, ia menyebut serangan tersebut sebagai langkah yang berisiko bagi pihak yang melakukannya.
Ia bahkan menilai situasi saat ini telah memasuki fase konfrontasi yang baru.
“Ungkapan ‘mata diganti mata’ kini berlaku, dan tingkat konfrontasi baru telah dimulai,” kata Ghalibaf.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan terhadap fasilitas gas alam yang berkaitan dengan ladang gas lepas pantai South Pars. Di sisi lain, media Israel yang mengutip sumber anonim menyebut serangan dilakukan oleh angkatan udara Israel.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan blok AS-Israel. Konflik memanas sejak serangan gabungan yang dilancarkan pada 28 Februari terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta aset milik Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Perkembangan ini menunjukkan eskalasi konflik yang terus meningkat dan berpotensi meluas jika tidak segera mereda.



