Dia juga pernah menjadi Deputi Perencanaan dan Evaluasi di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
Pengalaman ini berkaitan langsung dengan tugas barunya, yaitu memperkuat pengelolaan dan pemulihan lahan gambut serta kawasan mangrove.
Sementara itu, Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam XXI/Radin Inten.
Kini, dia dipercaya mendampingi Satyawan sebagai Wakil Kepala BPGMN.
BPGMN sendiri merupakan badan yang dibentuk untuk memperkuat pengelolaan lahan gambut dan kawasan mangrove di Indonesia.
Gambut adalah lahan yang terbentuk dari tumpukan sisa tumbuhan yang membusuk selama waktu lama.
Lahan ini menyimpan banyak karbon, tetapi dapat mudah terbakar jika kondisinya kering.
Sementara itu, mangrove adalah hutan yang tumbuh di wilayah pesisir, terutama di daerah berlumpur dan dipengaruhi pasang surut air laut.
Hutan mangrove membantu melindungi pantai dari abrasi, menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan dan kepiting, serta mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Karena memiliki fungsi penting bagi lingkungan, kedua ekosistem tersebut perlu dijaga dan dipulihkan jika mengalami kerusakan.
Pembentukan BPGMN diputuskan Presiden Prabowo pada 24 September 2026.
Lembaga ini diharapkan memperkuat upaya perlindungan gambut dan mangrove sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Sebelumnya, tugas restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di sejumlah provinsi prioritas ditangani oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).



