Pangeran Harry Tekor, Rugi Ratusan Juta Gegara Gagal Proyek

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Proyek wisata berkelanjutan milik Prince Harry, Travalyst, mencatat kerugian pada 2025. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, organisasi nirlaba yang berbasis di Inggris tersebut mengalami kerugian sebesar £13.542 atau sekitar Rp300 jutaan.

Kerugian tersebut menjadi sorotan setelah laporan keuangan Travalyst untuk tahun yang berakhir pada Desember 2025 dipublikasikan. Sebelumnya, Travalyst mencatat kondisi keuangan yang lebih positif pada 2024.

Namun, pihak Prince Harry membantah anggapan bahwa angka tersebut menunjukkan kondisi keuangan Travalyst yang memburuk. Seorang juru bicara Duke of Sussex mengatakan kerugian tersebut merupakan bagian dari investasi yang memang telah direncanakan.

“Itu adalah kerugian kecil sebesar £13.000 yang sudah direncanakan dan sangat umum bagi organisasi nirlaba yang ramping ketika melakukan investasi penting untuk masa depan,” kata juru bicara tersebut, dikutip Holopis.com, Rabu (30/9).

Ia juga menegaskan bahwa Travalyst masih memiliki keyakinan terhadap pengelolaan keuangan dan kerja sama dengan para mitranya.

“Travalyst tetap yakin dengan pengawasan keuangannya serta kekuatan kemitraannya,” lanjutnya.

Travalyst didirikan oleh Prince Harry pada 2019 dengan tujuan mendorong industri perjalanan yang lebih berkelanjutan. Organisasi tersebut bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar di sektor pariwisata dan perjalanan, termasuk Tripadvisor, Booking.com, Visa dan Expedia.

Pada 2024, Travalyst dilaporkan memiliki saldo kas sekitar £138.827. Organisasi tersebut juga membayar pajak sekitar £88.836 pada tahun yang sama.

Kerugian pada 2025 pun terjadi setelah Travalyst melakukan investasi yang disebut pihak Harry sebagai bagian dari rencana pengembangan organisasi.

Di sisi lain, laporan mengenai kondisi keuangan Travalyst muncul di tengah sorotan terhadap sejumlah persoalan hukum yang dihadapi Prince Harry.

Harry sebelumnya terlibat dalam gugatan terhadap Associated Newspapers, penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday, bersama sejumlah penggugat lainnya, termasuk Elton John dan David Furnish. Kekalahan dalam perkara tersebut berpotensi membuat para penggugat menghadapi tagihan biaya hukum dalam jumlah besar.

Terlepas dari kerugian yang tercatat pada 2025, pihak Prince Harry menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari strategi investasi Travalyst, bukan indikasi bahwa organisasi tersebut mengalami masalah keuangan serius.

Travalyst sendiri masih menjalankan agenda untuk mendorong perubahan di industri pariwisata agar lebih memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas perjalanan.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU