HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyediakan program mudik gratis bagi masyarakat Jateng yang bekerja sebagai pekerja informal di Jakarta.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan bahwa sasaran utama program ini adalah masyarakat dengan pekerjaan informal yang membutuhkan bantuan biaya transportasi untuk mudik.
“Yang mudik gratis ini kita fasilitasi untuk para masyarakat kita sebagai pekerja informal, di antaranya adalah pembantu rumah tangga, kemudian kuli bangunan, ojol, tukang bakso, banyak sekali bermacam-macam yang kerja informal di wilayah Jakarta,” kata Ahmad Luthfi kepada awak media di Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026).
Ahmad menegaskan, program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyisihkan uang selama mudik.
“Dengan demikian untuk meringankan beban mereka yang harapannya nanti dia mempunyai uang lebih yang untuk membangun di desanya masing-masing,” jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatannya, Ahmad juga mengingatkan agar para pemudik tidak mengajak orang lain ke Jakarta tanpa kepastian pekerjaan.
“Bagi para pemudik sudah saya harapkan apabila nanti pulang ke wilayah Jakarta lagi untuk tidak usah membawa saudaranya, tetangganya, atau yang lain tanpa ada kepastian bahwa di Jakarta nanti akan kerja,” tegasnya.
Dia menyebut bahwa Pemprov Jateng telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan di daerah agar masyarakat tidak perlu bergantung pada pekerjaan di ibu kota.
Dalam program mudik gratis, per hari ini Ahmad telah melepas sebanyak 670 pemudik gratis dari stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Solo Balapan. Nantinya, pada sore hari ia juga akan melepas sebanyak 720 pemudik dengan tujuan Tawang Semarang.




