Kawasan ini menjadi perhatian khusus karena kebakaran berpotensi mengancam habitat berbagai satwa liar, termasuk orang utan.
Kementerian Kehutanan telah mengerahkan 117 personel dari Balai Taman Nasional Tanjung Puting. Selain itu, sebanyak 10 personel dari Taman Nasional Karimunjawa dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak turut dikirim untuk membantu penanganan kebakaran.
Dukungan personel juga datang dari berbagai unsur lain. Berdasarkan keterangan Kementerian Kehutanan, tambahan personel tersebut meliputi 175 orang dari Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai, 30 orang dari Polres Kotawaringin Barat, 30 orang dari BPBD Kotawaringin Barat, serta 112 orang dari mitra Balai Taman Nasional Tanjung Puting.
Penguatan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke kawasan yang menjadi habitat satwa liar.
Ristianto mengatakan, penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting juga mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menargetkan penanganan kebakaran dapat dituntaskan secepat mungkin melalui koordinasi berbagai pihak.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, dalam waktu sesingkat-singkatnya, Kementerian Kehutanan beserta para pihak segera ingin menuntaskan kejadian karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting,” pungkas Ristianto.



