HOLOPIS.COM, MALANG – Demi festival sound horeg, siswa SD di Malang harus mengalah dan belajar daring, sementara panggung besar justru berdiri di depan sekolah hingga mengganggu aktivitas belajar.
Festival sound horeg di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menuai kritik setelah kegiatan belajar siswa sekolah dasar terdampak persiapan acara.
Panggung besar yang berdiri tepat di depan sekolah dan penutupan jalan membuat akses warga terganggu.
Situasi ini bahkan berujung pada pengalihan pembelajaran tatap muka menjadi daring.
Peristiwa tersebut terjadi di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SD NU) Kepanjen pada Jumat (9/10/2026).
Informasi mengenai kondisi sekolah dan pemasangan panggung kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Terlihat jalan utama di sekitar lokasi mulai ditutup pada pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, pertunjukan sound horeg dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga Sabtu (10/10/2026) pukul 05.00 WIB.
Persoalannya, dampak persiapan acara sudah dirasakan warga sebelum pertunjukan dimulai.
Pemasangan panggung bertepatan dengan aktivitas kepulangan siswa dan pekerja, sehingga kawasan tersebut dilaporkan mengalami kemacetan.
Penutupan jalan membuat sejumlah orang tua harus mencari tempat parkir yang lebih jauh dari sekolah.
Mereka kemudian berjalan kaki untuk menjemput anak-anak di tengah akses yang menyempit akibat perlengkapan panggung.
Situasi tersebut memicu keluhan dari wali murid.



