Menurut Nasaruddin, pendekatan tersebut penting agar nilai-nilai keagamaan dapat disampaikan secara konstruktif, terutama dalam masyarakat yang memiliki keragaman keyakinan dan budaya.
Pemimpin Agama dan Tanggung Jawab Lingkungan
Nasaruddin juga mengaitkan diplomasi keagamaan dengan tanggung jawab kemanusiaan yang lebih luas, termasuk dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, bahasa agama dan nilai-nilai moral dapat menjadi instrumen untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga serta memelihara lingkungan.
Karena itu, pemimpin agama dinilai memiliki ruang yang luas untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pesan-pesan moral dan keagamaan.
Ambassador Gathering sendiri merupakan bagian dari rangkaian IGIC 2026 yang mempertemukan para duta besar, imam besar, pemimpin agama, serta tamu internasional.
Konferensi tersebut membahas sejumlah isu terkait kepemimpinan keagamaan, termasuk penguatan harmoni masjid, pengembangan diplomasi keagamaan, dan kontribusi pemimpin agama dalam mendorong perdamaian dunia.




