Salah satu hal yang menjadi perhatian kampus adalah atribut pakaian yang terlihat dalam video.
Menurut penjelasan resmi tersebut, desain seragam, bentuk dan posisi logo, serta identitas visual lainnya tidak sesuai dengan atribut resmi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung.
Keterangan ini sekaligus meluruskan dugaan yang berkembang di media sosial.
Artinya, keberadaan tulisan atau atribut yang menyerupai identitas sebuah institusi tidak bisa dijadikan bukti bahwa orang yang mengenakannya merupakan bagian dari lembaga tersebut.
Pihak kampus juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Penyebaran kabar tanpa dasar yang jelas berpotensi memunculkan kesalahpahaman dan merugikan nama baik institusi maupun individu.
Kementerian Kesehatan turut menanggapi isu yang menyeret nama Poltekkes Bandung.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Poltekkes Kemenkes Bandung.
Dari hasil pengamatan yang disampaikan Kemenkes, bordir tulisan Poltekkes pada bagian dada pakaian dalam video bukan identitas Poltekkes Kemenkes Bandung.
Pihak kampus juga telah melakukan pemeriksaan terhadap daftar mahasiswa dan pegawai.
Berdasarkan keterangan Aji, tidak ditemukan mahasiswi yang memiliki kemiripan dengan perempuan dalam rekaman tersebut.
Klarifikasi dari kedua pihak ini menjadi informasi penting di tengah derasnya kabar yang beredar.
Masyarakat diharapkan mengutamakan keterangan resmi daripada mengikuti spekulasi yang belum memiliki dasar kuat.



