Klaim mengenai video 12 detik dan 27 detik memang membuat nama Bilqis terus muncul dalam pencarian warganet.
Meski begitu, pihak keluarga dan kuasa hukum meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan tautan maupun potongan konten yang dikaitkan dengan Bilqis.
Mereka juga meminta warganet tidak langsung mempercayai narasi yang beredar sebelum ada informasi resmi dari pihak berwenang.
“Kami meminta masyarakat menghormati privasi korban serta keluarga, dan menyerahkan seluruh proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum yang berwenang,” pungkas kuasa hukum.
Hingga kini, isu tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial.
Sementara proses hukum berjalan, publik diminta lebih berhati-hati agar rasa penasaran terhadap isu viral tidak berujung pada penyebaran konten yang bermasalah secara hukum.



