HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tren wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada September 2025 menunjukkan sinyal pengetatan dompet.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, meski jumlah kunjungan meningkat secara tahunan, pengeluaran rata-rata wisatawan justru menurun dibanding periode yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa rata-rata pengeluaran wisman pada triwulan III-2025 hanya sebesar US$1.297,31 per kunjungan atau sekitar Rp20 juta.
“Angka ini naik dibandingkan triwulan sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelas Pudji dalam rilis BPS di Jakarta, Senin (3/11/2025), dikutip Holopis.com.
Meski terbilang cukup untuk menikmati sepuluh malam liburan di Tanah Air, jumlah tersebut menandakan tren wisatawan yang lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.
Adapun rata-rata lama tinggal wisman tercatat 10,7 malam per kunjungan, dengan alokasi pengeluaran terbesar pada akomodasi (37,31 persen), disusul makanan dan minuman (19,40 persen), serta belanja dan cendera mata (10,98 persen).
“Pola tersebut relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya, mencerminkan konsistensi perilaku wisatawan mancanegara terhadap destinasi Indonesia,” tambah Pudji.
Sementara dari sisi jumlah kunjungan, BPS mencatat 1,39 juta wisatawan datang ke Indonesia pada September 2025, turun 7,33 persen secara bulanan dibanding Agustus yang mencapai 1,5 juta kunjungan.
Namun secara tahunan, angka ini naik 9,04 persen, menandakan sektor pariwisata masih tumbuh meski tak sekencang periode bulan sebelumnya.
Sementara secara kumulatif, periode Januari–September 2025 mencatat 11,43 juta kunjungan, naik 10,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Peningkatan ini menandakan sektor pariwisata masih menjadi penopang penting aktivitas ekonomi domestik,” ujar Pudji.



