Willy kemudian mendorong tenaga kesehatan di lapas untuk lebih proaktif memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, kebersihan, olahraga, hingga pengetahuan mengenai penyakit.
“Maka di sanalah poin literasi. Lebih penting dokter bertugas bukan menyembuhkan orang atau mengobati orang, tapi dokternya proaktif dengan apa? Membuat konten-konten terkait dengan bagaimana kemudian hidup sehat, bagaimana ketika ada penyakit ini, bagaimana kemudian edukasi literasi tentang hal-hal yang sederhana,” paparnya.
Ia menambahkan, keberadaan klinik tetap diperlukan sebagai fasilitas penanganan ketika warga binaan mengalami persoalan kesehatan. Namun, upaya membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi dinilai perlu mendapat perhatian lebih besar.
“Jadi itu in case saja, klinik itu in case saja. Tapi kita hidup sehatnya yang lebih penting,” pungkas Willy.



