Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna, Jemaah Diminta Disiplin Ikuti Jadwal

0 Shares

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah mematangkan skema pergerakan jemaah pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina guna memastikan pelayanan serta mobilitas jemaah berjalan aman, tertib, dan terkendali.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff mengatakan fase Armuzna menjadi bagian paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena melibatkan jutaan jemaah dalam waktu dan ruang yang terbatas.

“Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jemaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jemaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” kata Maria di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Hingga hari ke-29 operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, tercatat sebanyak 481 kelompok terbang (kloter) dengan 186.041 jemaah dan 1.919 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 472 kloter dengan 182.332 jemaah dan 1.888 petugas telah tiba di Makkah.

Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah mencapai 208 kloter dengan 79.945 jemaah dan 832 petugas. Adapun jemaah haji khusus yang sudah tiba di Arab Saudi tercatat sebanyak 13.180 orang.

Maria menjelaskan, pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah akan dimulai pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026 secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni pukul 06.00, 11.30, dan 17.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Seluruh jemaah ditargetkan sudah diberangkatkan menuju Arafah sebelum pukul 24.00 WAS.

“Jemaah kami imbau tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. Tetap bersama rombongan, bawa perlengkapan secukupnya, selalu membawa identitas, dan jaga kondisi tubuh,” ujarnya.

Pelaksanaan wukuf di Arafah dijadwalkan berlangsung pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026 mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WAS. Setelah magrib, jemaah akan diberangkatkan menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS.

Khusus bagi jemaah dengan skema murur, perjalanan akan langsung dilanjutkan menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.

Sedangkan pergerakan jemaah non-murur dari Muzdalifah menuju Mina akan dimulai pukul 23.00 WAS hingga pukul 07.00 WAS pada 10 Dzulhijjah. Sesampainya di Mina, jemaah dijadwalkan melaksanakan lontar jumrah Aqabah mulai pukul 10.00 WAS sebelum kembali ke tenda untuk mabit.

Maria mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

“Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar bagi jemaah yang memiliki uzur,” tegasnya.

Pada 11 hingga 13 Dzulhijjah, jemaah akan menjalani mabit di Mina dan melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jemaah nafar awal ditargetkan menyelesaikan rangkaian ibadah pada 12 Dzulhijjah, sedangkan nafar tsani pada 13 Dzulhijjah.

Maria menambahkan, keberhasilan fase Armuzna tidak hanya ditentukan kesiapan petugas, tetapi juga kedisiplinan seluruh jemaah dalam mengikuti arahan resmi.

“Patuhi jadwal, ikuti arahan resmi, jangan bepergian sendiri, jaga kekompakan, dan hemat tenaga menuju puncak haji. Kemenhaj akan terus melakukan monitoring 24 jam untuk memastikan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, dan mitigasi kepadatan berjalan optimal,” tutup Maria.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU