“Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur’an justru dimulai setelah kemeriahan ini,” kata Nasaruddin.
Menurutnya, semangat yang muncul selama MTQ perlu diteruskan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain mengumumkan juara umum, Menteri Agama juga menyampaikan daerah yang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional berikutnya.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2027.
Dengan demikian, penyelenggaraan MTQ Nasional akan kembali bergeser ke Jakarta setelah tahun ini digelar di Jawa Tengah.
Nasaruddin berharap penyelenggaraan MTQ tidak berhenti sebagai ajang kompetisi tahunan.
Ke depan, MTQ diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran dan pengembangan peradaban Al-Qur’an.
Dalam penutupan MTQ Nasional XXXI, Nasaruddin memaparkan empat arah pengembangan MTQ.
Pertama, pembinaan peserta harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Pembinaan tidak hanya menyasar qari dan qariah, tetapi juga hafiz dan hafizah, mufasir, penulis, hingga kaligrafer.
Artinya, proses pembinaan diharapkan tetap berjalan meski kompetisi MTQ telah selesai.
Arah kedua adalah memperkuat inklusivitas.
Pengembangan cabang MTQ bagi penyandang disabilitas perlu diikuti peningkatan akses terhadap tenaga pengajar, metode pembelajaran, serta fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas.



