HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia punya sejarah panjang di Asian Games. Dari sekadar mengejar medali hingga pernah tampil sebagai kekuatan besar saat menjadi tuan rumah, perjalanan kontingen Merah Putih di ajang olahraga terbesar Asia ini cukup berwarna.
Jelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, Indonesia memasang target minimal empat medali emas. Lantas, seperti apa rekam jejak Indonesia dalam 10 edisi terakhir?
Kalau bicara pencapaian Indonesia di Asian Games dalam beberapa dekade terakhir, edisi Jakarta-Palembang 2018 jelas menjadi yang paling mencolok.
Bermain di kandang sendiri, Indonesia mengoleksi 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu.
Totalnya mencapai 98 medali. Catatan tersebut jauh melampaui raihan Indonesia di edisi-edisi sebelumnya. Bahkan, Jakarta-Palembang 2018 menjadi salah satu pencapaian terbaik Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.
Namun, saat kembali tampil di luar negeri pada Asian Games Hangzhou 2022, jumlah medali Indonesia menurun.
Kontingen Merah Putih membawa pulang 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu, atau total 36 medali.
Meski tak sebesar raihan di kandang sendiri, tujuh emas tetap menunjukkan Indonesia masih mampu bersaing di level Asia.
Dari Seoul hingga Hangzhou
Dalam 10 edisi terakhir yang tercatat, perolehan medali Indonesia memang naik-turun.
Pada Asian Games Seoul 1986, Indonesia meraih 1 emas, 5 perak, dan 14 perunggu atau total 20 medali.
Empat tahun kemudian di Beijing 1990, Indonesia membawa pulang 3 emas, 6 perak, dan 21 perunggu.
Raihan emas kembali menjadi tiga pada Hiroshima 1994, dengan tambahan 12 perak dan 11 perunggu. Totalnya 26 medali.
Di Bangkok 1998, Indonesia mencatat 6 emas, 10 perak, dan 11 perunggu atau 27 medali.
Kemudian di Busan 2002, Merah Putih mengoleksi 4 emas, 7 perak, dan 12 perunggu.



