“Jadi Golkar dan PAN termasuk partai pengusung utama presiden hari ini dan ketika Golkar menyatakan demikian otomatis secara institusional kemungkinan besar wapresnya Pak Prabowo di periode kedua nanti bukan Mas Wakil Presiden Gibran,” kata Agung.
Meski sinyal politik mulai menjadi perbincangan, belum ada keputusan final mengenai calon pendamping Prabowo.
Dinamika koalisi, komunikasi antarpartai, elektabilitas kandidat, serta pertimbangan politik lainnya masih dapat memengaruhi susunan pasangan yang akan diusung.
Dengan demikian, dukungan Golkar kepada Prabowo belum bisa diartikan sebagai penetapan cawapres baru ataupun penyingkiran resmi Gibran.
Pertanyaan mengenai masa depan Gibran dalam kontestasi 2029 pun masih terbuka.
Apakah ia akan kembali mendampingi Prabowo, atau justru muncul figur lain yang dinilai lebih menguntungkan koalisi?
Jawabannya bergantung pada perkembangan politik dan keputusan resmi partai-partai menjelang Pilpres 2029.



