Salah satu wilayah yang masih terisolasi adalah Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Untuk membuka akses bantuan, satu kapal SAR dari Maumere telah diberangkatkan menuju Mbay pada pukul 10.15 Wita.
Kapal tersebut digunakan untuk mendukung operasi pencarian, pertolongan, sekaligus menjangkau wilayah yang tidak dapat dilewati melalui jalur darat.
Basarnas Kupang juga menyiapkan kapal Antareja apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memperkuat operasi di wilayah terdampak.
Selain jalur laut, pemerintah mengoptimalkan distribusi bantuan melalui udara.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang terisolasi tetap dapat dikirim meski akses darat mengalami kerusakan.
BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya juga memperkuat koordinasi penanganan bencana.
Posko Pendampingan Nasional didirikan di Labuan Bajo, sementara Posko Taktis berada di Maumere untuk membantu mengatur distribusi bantuan ke berbagai titik terdampak.
Bantuan tahap awal yang dikirim pemerintah mencakup kebutuhan pokok masyarakat, air bersih, tenda pengungsian, serta perlengkapan medis.
Ribuan personel gabungan juga dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan.
Mereka bertugas membuka kembali jalur transportasi yang tertutup longsor, melakukan evakuasi, serta memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terpencil.
Dengan kombinasi jalur darat, laut, dan udara, pemerintah berupaya mempercepat penyaluran bantuan ke kawasan terdampak gempa.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan warga yang masih terisolasi tetap memperoleh kebutuhan dasar dan pertolongan yang diperlukan.




