Ferry Irwandi Desak Audit Inspektorat Karo dan Saksi Ahli Diusut Tuntas

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – YouTuber dan pengamat industri kreatif, Ferry Irwandi, melayangkan desakan keras agar Inspektorat Pemerintah Daerah (Pemda) Karo dan saksi ahli yang mengaudit Rencana Anggaran Biaya (RAB) Amsal Sitepu diperiksa secara mendalam. Ferry menilai adanya kejanggalan sistematis dalam hasil audit yang menjadi dasar tuntutan hukum terhadap videografer tersebut.

Kritik tajam ini dipicu oleh penjelasan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo yang mengutip hasil audit inspektorat dan keterangan ahli. Ferry menuding adanya manipulasi istilah teknis industri kreatif yang dipaksakan untuk menciptakan kesan kerugian negara.

“Ahli yang bilang dubbing, cutting, editing itu harusnya masuk dalam tahap produksi, itu bukan cuma harus dicabut keahliannya, tuh harus dipenjara itu!” tegas Ferry Irwandi dalam unggahan terbarunya, Kamis (2/4/2026).

Ferry menyoroti bagaimana Inspektorat Pemda memunculkan mata anggaran “siluman” bernama Production Design dalam laporan audit mereka, yang nilainya mendadak disamakan dengan anggaran Production sebesar Rp9 juta demi menuding adanya anggaran ganda (double budget).

“Ini aneh banget. Di RAB penyedianya kayak gitu, diperiksa sama Inspektorat Pemda, tiba-tiba Inspektorat Pemda ngeluarin hasil audit dan di hasil audit itu muncul mata anggaran baru production design… Lebih baik Bapak periksa tuh ahli!” cetus Ferry.

Menurut Ferry, ketidakpahaman mendasar antara tahap produksi dan pascaproduksi yang ditunjukkan oleh inspektorat dan saksi ahli bukan sekadar kekhilafan teknis, melainkan bentuk kezaliman hukum yang mengancam ekosistem industri kreatif di Indonesia.

“Bukannya memperbaiki keadaan, malah memperburuk keadaan karena muncul lagi keabsurutan baru dan kebodohan yang baru yang bikin kasus ini makin problematik. Ini bukan cuman konsern soal industri kreatif dan videografer, ini konsern gua sudah sama common sense (akal sehat),” tambahnya.

Ferry juga menyinggung analogi dalam dunia konstruksi untuk menunjukkan betapa kacaunya logika audit tersebut. Ia mengibaratkan seorang arsitek yang disamakan dengan tukang batu dalam RAB bangunan, lalu ditangkap karena dianggap melakukan korupsi saat tukang batu tersebut tidak menerima upah arsitek.

Ia pun mendesak agar aktor-aktor di balik munculnya audit janggal ini segera diperiksa untuk mengungkap kebenaran di balik kasus Amsal Sitepu.

“Ahli yang bilang dubbing, cutting, editing itu harusnya masuk dalam tahap produksi itu bukan cuma harus dicabut keahliannya, tuh harus dipenjara itu,” pungkasnya.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU