Penyusunan buku sejarah Indonesia tersebut melibatkan 123 pakar yang terdiri dari penulis dan editor dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga independen.
Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan bertindak sebagai fasilitator.
Sementara substansi, metodologi, dan narasi sejarah diserahkan kepada tim penulis dan sejarawan yang terlibat.
“Ini merupakan persembahan dari 123 pakar, yang terdiri atas penulis, editor jilid, editor umum, dari 34 perguruan tinggi dan juga lembaga, 11 lembaga independen di seluruh Indonesia,” ujar Fadli.
Sejumlah perguruan tinggi yang terlibat antara lain Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.
Untuk versi fisik, buku dicetak secara terbatas dan nantinya didistribusikan ke perpustakaan.
Sementara masyarakat yang ingin membaca buku tersebut bisa mengakses versi digital secara gratis melalui platform Pustaka Budaya.
Lima jilid ini pun menjadi bagian awal dari upaya menghadirkan kembali narasi sejarah Indonesia dalam satu rangkaian pembahasan yang dimulai dari akar peradaban Nusantara, hubungan global, kedatangan Barat, hingga terbentuknya negara kolonial.




