Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti perkembangan situasi yang terjadi di wilayah tersebut.
“Kita perlu juga mendoakan yang kena apa, dampak dari pembakaran hutan. Parah, ya? Ikuti-ikuti terus,” ujar Cholil.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah suasana festival musik yang berlangsung di Jakarta.
Cholil tidak hanya mengajak penonton menikmati pertunjukan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kabut asap hingga gangguan kesehatan dan aktivitas warga.
Dampaknya juga dapat meluas ke berbagai sektor, terutama ketika kebakaran berlangsung dalam waktu lama dan menjangkau kawasan yang luas.
Karena itu, perhatian terhadap masyarakat terdampak menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi karhutla.
Pesan Cholil mengingatkan penonton bahwa persoalan lingkungan tetap perlu mendapat perhatian, termasuk ketika masyarakat sedang menikmati acara hiburan.
Di luar momen tersebut, Efek Rumah Kaca tetap menyuguhkan deretan lagu yang menjadi bagian dari perjalanan musik mereka.
Setelah membawakan “Di Udara” dan “Mosi Tidak Percaya”, ERK melanjutkan penampilan dengan lagu “Matilah Kau Mati”, “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”, serta “Balerina”.
Grup musik tersebut kemudian mengakhiri penampilannya melalui lagu “Cinta Melulu”.
Sebelum pertunjukan berlangsung lebih jauh, Cholil menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara Synchronize Fest yang telah memberikan kesempatan kepada Efek Rumah Kaca untuk membuka festival.
Ia juga berterima kasih kepada penonton yang datang sejak siang hari.



