Dulu Komoditas Kolonial, Kini Jadi Gaya Hidup, Begini Perjalanan Kopi di Indonesia

0 Shares

Model tersebut kemudian berkembang mengikuti perubahan selera konsumen. Saat pandemi COVID-19, coffee bike mulai muncul dengan menawarkan kopi racikan menggunakan biji kopi tertentu. Kopi tidak lagi hanya tersedia di dalam kedai, tetapi dapat ditemui di kawasan olahraga, perkantoran, permukiman dan ruang publik.

Perubahan saluran penjualan tersebut berjalan ketika permintaan kopi domestik tetap tinggi. Laporan USDA Foreign Agricultural Service memperkirakan konsumsi kopi domestik Indonesia pada 2025/2026 mencapai 4,8 juta kantong berukuran 60 kilogram. Angka tersebut naik 10.000 kantong dibandingkan periode sebelumnya.

USDA juga mencatat harga biji kopi yang lebih tinggi dan melemahnya daya beli membuat sebagian konsumen memilih produk dengan harga lebih terjangkau. Dalam kondisi tersebut, pedagang kaki lima dan penjual kopi keliling menjadi salah satu saluran penjualan bagi konsumen perkotaan berpendapatan rendah dan menengah.

Kopi Masuk ke Gaya Hidup

Perubahan cara menjual dan menikmati kopi kemudian membuat aktivitas ngopi semakin dekat dengan keseharian masyarakat. Kopi hadir saat seseorang bekerja, belajar, bertemu teman, bersantai atau mengikuti kegiatan komunitas.

Coffee shop juga berkembang menjadi ruang untuk melakukan berbagai aktivitas. Orang datang tidak selalu hanya untuk meminum kopi. Sebagian memanfaatkannya untuk bekerja, mengerjakan tugas, bertemu rekan hingga menghabiskan waktu luang.

Pada tahap ini, kopi memiliki fungsi yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Produk yang dahulu dikembangkan sebagai komoditas perkebunan dan perdagangan kini hadir dalam berbagai aktivitas sosial dan keseharian.

Perjalanan tersebut terlihat dari perubahan tempat dan cara masyarakat menikmati kopi. Kopi pernah menjadi komoditas perkebunan kolonial, kemudian hadir di warung kopi dan starling, sebelum berkembang melalui coffee shop, specialty coffee, kopi susu dan coffee bike.

Perubahan itu menunjukkan bahwa cara masyarakat menikmati kopi terus mengikuti perkembangan kehidupan dan kebutuhan konsumen. Kopi kini dapat hadir hampir di setiap aktivitas, dari meja kerja hingga ruang komunitas, dari warung sederhana hingga kedai dengan konsep modern.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU